Surabaya, memorandum.co.id - Warga Kampung Dupak Masigit RW 02, Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan merintis program “Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo” untuk mendukung pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid 3. Inisiator kampung tangguh Dupak Masigit Budi Leksono, mengatakan bahwa seluruh warganya telah berkomitmen mendukung program ini dalam rangka menjaga lingkungannya tetap terjaga dan terhindar dari penularan Covid-19. Pembentukan kampung tangguh Covid-19 ini sesuai instruksi dari gubernur, kapolda, dan pangdam untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di Jatim. Sebab, tren penyebaran virus corona di Surabaya terus naik. "Kalau yang turun hanya dari gugus tugas baik provinsi maupun kota tidak bisa efektif pencegahan Covid-19. Maka itu, perlu didorong semua kelurahan membentuk kampung tangguh untuk mencegah penyebaran Covid-19," terang Budi Leksono, Jumat (29/5). Selain itu, tambah Cak Bulek sapaan akrabnya, ada tiga hal yang diprioritaskan di kampung tangguh. Yaitu, ketahanan kesehatan, ketahanan ekonomi atau pangan, dan ketahanan sosial atau keamanan. Dengan kampung tangguh ini, masyarakat diharapkan lebih berdaya dalam menghadapi pandemi Covid-19. "Kampung tangguh ini mengedepankan sikap gotong royong di masyarakat dalam menghadapi dan meluruskan isu dari kampung tetangga bahwa kampung ini tempat penularan Covid-19. Namun, saya yakin bahwa kampung ini bebas dari penularan virus, karena sebelumnya warga sudah melakukan isolasi mandiri," tegas dia. Menurutnya, sikap gotong royong sebenarnya sudah terbentuk sejak lama di masyarakat. Hanya saja, sikap gotong royong di masyarakat belum terkoordinir dan terencana dengan baik. Dengan dibentuknya kampung tangguh, Cak Bulek berharap, kegiatan masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini lebih terencana dan terkoordinir dengan baik terlebih untuk meningkatkan kesadaran protokol kesehatan anjuran dari pemerintah. "Giat kampung tangguh 24 jam juga didampingi dan dibina oleh tiga pilar (camat, kapolsek, danramil) wilayah Bubutan. Sehingga kegiatannya lebih terencana dan terkoordinir," ungkap dia. Dengan demikian, lanjut Sekretaris Fraksi PDIP Surabaya ini, seluruh warga mengetahui kondisi lingkungannya dan ikut peduli melakukan pengawasan pada tetangga kanan dan kirinya. Selanjutnya warga tersebut diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri. “Kami hanya mengupayakan agar pergerakan warga dapat dimonitor namun kunci pengendalian Covid-19 yang utama bukanlah pada pengurus kampung tangguh, tapi harus ada kesadaran diri warga dan tanggung jawab terhadap dirinya akan kesehatannya sendiri,” tukas dia. Kapolsek Bubutan AKP Bambang Prakoso mengatakan, keberadaan kampung tangguh tersebut merupakan bentuk dari kesiapsiagaan dan kemandirian menghadapi persoalan pandemi Covid-19. "Kampung tangguh ini juga menginisiasi warga kampungnya dengan gerakan tangguh bencana termasuk bencana nonalam seperti pandemi Covid-19 disiapkan secara manual," imbuhnya. Lanjutnya, dengan memberdayakan pengurus RT/RW untuk terlibat secara aktif dalam melakukan deteksi dini maupun kemandirian untuk mengedukasi warga menghadapi bencana nonalam maupun alam yang terjadi.(why/tyo)
Warga Dupak Masigit Rintis Kampung Tangguh
Jumat 29-05-2020,18:17 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 09-09-2026,18:01 WIB
Bukan Curanmor, Aksi Pengamen Gasak Rokok Kaleng di Semampir Berakhir Damai
Rabu 09-09-2026,18:09 WIB
Jasa Marga: Tol Prosiwangi Seksi 3 Selesaikan Tahapan ULFO
Rabu 09-09-2026,18:59 WIB
Kemarau Panjang, Abidin Fikri Salurkan 262 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Bojonegoro
Rabu 09-09-2026,18:46 WIB
Wawan Cebol Divonis 7 Tahun Penjara dalam Perkara TPPU Narkotika Rp 41,6 Miliar di PN Surabaya
Rabu 09-09-2026,18:40 WIB
Tabrakan Beruntun di Menur Pumpungan Surabaya, 13 Kendaraan Rusak dan 3 Orang Luka
Terkini
Kamis 10-09-2026,15:08 WIB
Manajer KDKMP Bingung SK Belum Juga Terbit
Kamis 10-09-2026,15:05 WIB
DPRD Kota Kediri dan Perumda Pasar Joyoboyo Soroti Monopoli Lapak dan Isu Jual Beli Kios
Kamis 10-09-2026,15:03 WIB
Kisah Santri Nuris Jember Belajar Peduli, Hilangkan Rasa Takut demi Selamatkan Nyawa
Kamis 10-09-2026,14:56 WIB
Geger Penghuni Kos di Blitar Ditemukan Meninggal Dunia, Sebelumnya Bersama Teman Perempuan
Kamis 10-09-2026,14:50 WIB