Hasil ini mengindikasikan bahwa masyarakat sangat mengapresiasi pelayanan yang cepat, transparan, dan berbasis teknologi, seperti digitalisasi layanan administrasi, perbaikan sistem antrean kesehatan, dan penguatan layanan dasar seperti puskesmas.
‘’Ngantor di lapangan menjadi salah satu variabel yang sangat besar,’’ jelas Sufyanto.
Menurut Sufyanto, masa 100 hari kerja dapat dijadikan abstrak kinerja kepala daerah untuk lima tahun ke depan. Dia meyakini, kepala daerah yang memiliki survei positif selama 100 hari kerja akan berkelanjutan selama masa kepemimpinan. Begitu pun sebaliknya.
‘’Masyarakat Kota Madiun menunjukkan nilai yang sangat positif dan punya harapan tinggi terhadap Maidi-F Bagus Panuntun untuk memimpin selama 5 tahun,’’ pungkasnya.(adi)