Balita 2 Tahun Hilang Misterius di Aliran Sungai Gembong

Selasa 20-05-2025,15:49 WIB
Reporter : Muhamad Hidayat
Editor : Fatkhul Aziz

PASURUAN, MEMORANDUM.CO.ID - Seorang balita laki-laki berusia 2 tahun, Muhammad Syawali merepotkan banyak orang. Ia dilaporkan hilang di aliran Sungai Gembong. Tepatnya berada Dusun Temenggungan, Kelurahan Pohjentrek, Kota Pasuruan.

Kabar hilangnya balita ini sudah terjadi pada Senin 19 Mei 2025 pagi, sekira pukul 07.00 WIB.

Menurut keterangan warga, ibu korban bernama Ita (35), warga Dusun Pandean, Desa Pleret, Kabupaten Pasuruan, pagi itu sedang berbelanja sayur di warung Dusun Temenggungan. Sang ibu membawa anaknya Muhammad Syawali. 

BACA JUGA:Kecelakaan di Kepulungan, Ibu dan Balita Meregang Nyawa


Mini Kidi--

Saat bertransaksi, Ita merasa sakit perut dan kemudian menitipkan anaknya kepada penjual sayur. Sejurus kemudian, ia bergegas menuju Sungai Gembong, tak jauh dari warung untuk buang air besar.

Namun, Muhammad Syawali merengek. Ia tidak mau dititipkan dan memilih mengejar ibunya ke arah sungai. 

"Anaknya mengejar ibunya ke arah sungai, karena tidak mau dititipkan di warung," cerita seorang warga. Setelah kembali dari sungai, Ita terkejut mendapati anaknya telah hilang.

BACA JUGA:Wawali Kota Pasuruan Waspadai Munculnya Balita Stunting Baru

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pasuruan, Ary Wikiono, menjelaskan kronologi kejadian. 

"Ibu ini kabarnya perutnya sakit. Anaknya diajak ke sungai tidak mau ditaruh lagi di teras rumah orang. Kemudian ibunya ke sungai. Dari sungai ke tempat anak itu kurang lebih sekitar 30 meter. Namun saat kembali ke tenpat anaknya, anak tersebut sudah hilang sekitar jam 07.00 pagi," ungkap Ary kepada awak media, Selasa 20 Mei 2025.

Warga setempat segera melakukan penyisiran di sekitar kampung hingga ke sungai. Bahkan dilakukan sampai malam hari. 

BPBD Kota Pasuruan baru menerima laporan sekitar pukul 17.30 WIB dan langsung menerjunkan tim untuk melakukan penyisiran dan asesmen bersama warga hingga pukul 21.00 WIB.

BACA JUGA:Sehari Dua Laka Maut di Pasuruan, Ayah dan Anak Balita Meninggal

Pencarian sempat dihentikan pada malam hari karena kondisi air Sungai Gembong yang naik. Situasi juga sudah gelap. Namun, upaya pencarian kembali dilanjutkan sejak pagi hingga siang ini dengan melibatkan tim gabungan dari TNI, Polri, relawan, dan BPBD Kabupaten Pasuruan.

Kategori :