3. Konsultasi dokter terlebih dahulu
Supaya perjalanan jadi terasa lebih aman, bawa persiapan perawatan pertama untuk bayi. Misalnya untuk mengatasi kemungkinan masalah medis seperti kolik, demam, mual, pilek dan batuk atau sakit perut.
BACA JUGA:Perlengkapan yang Dibutuhkan untuk Bayi Baru Lahir, Apa Saja? Ini Panduan Lengkapnya
Supaya lebih aman, mintalah rekomendasi dari dokter, terutama jika anak memiliki masalah kesehatan tertentu.
Bolehkah bayi baru lahir diajak bepergian jauh?
Dikutip dari Very Well Family, umumnya tidak disarankan untuk mengajak bayi yang belum berusia satu minggu untuk bepergian jauh.
Sebagian besar ahli menyarankan untuk membatasi paparan bayi baru lahir dan bayi berusia muda pada tempat dengan sekelompok besar orang. Misalnya bandara, stasiun atau halte.
BACA JUGA:Menyusui vs Memberi Susu Formula, Mana yang Terbaik untuk Bayi Baru Lahir
Termasuk juga untuk mengunjungi banyak orang, bahkan jika mereka adalah anggota keluarga. Paparan terhadap terlalu banyak orang berisiko membuat bayi terkena penyakit virus dan infeksi lainnya.
Bepergian jauh dengan kendaraan umum juga membuat bayi berisiko terpapar dengan banyak orang dan terkena penyakit tertentu.
BACA JUGA:Sayang Dilewatkan, Berikut Ini 8 Pilihan Finger Food untuk Bayi
Sementara itu, bepergian dengan kendaraan pribadi pun tak kalah berisiko dibanding dengan kendaraan umum. Sebab perjalanan jauh rentan membuat bayi kelelahan dan bahkan rewel karena suasana yang tak nyaman.
Demikian ulasan tentang berapa lama bayi duduk di kursi mobil selama perjalanan mudik. Jangan dipaksakan mengajak bayi bepergian jauh jika kondisi kesehatan dan usianya memang belum memungkinkan. (*/fer)