Super Jaksa Resmi Diluncurkan, Kejari Tulungagung Kenalkan ADHI dan YAKSA ke Anak TK
Peluncuran Program Super Jaksa dan pengenalan Maskot ADHI dan YAKSA Kejari Tulungagung.--
TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung terus berinovasi dalam membangun kesadaran hukum sejak usia dini.
Salah satunya dengan meluncurkan Program “Super Jaksa” lengkap dengan maskot ADHI dan YAKSA, dalam kegiatan penyuluhan hukum yang diikuti 100 siswa TK Al-Gontory Kabupaten Tulungagung.
BACA JUGA:Kejari Tulungagung Musnahkan Ribuan Pil Dobel L dari Sejumlah Perkara Inkrah

Mini Kidi--
Peluncuran ini dikemas penuh ceria dan edukatif agar mudah diterima anak-anak.
Program Super Jaksa sendiri mengusung jargon “Penegak Keadilan, Pembasmi Kejahatan” sebagai semangat utama dalam mengenalkan profesi jaksa kepada generasi muda.
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tulungagung, Roni, mengatakan maskot ini dirancang sebagai simbol yang ramah dan mudah dipahami anak-anak.
“Melalui maskot Super Jaksa ini, kami ingin menghadirkan simbol yang bersahabat, mudah dikenali, dan menjadi media komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan hukum kepada anak usia dini,” ujar Roni dikonfirmasi, Jumat 13 Februari 2026.
Ia menjelaskan, Super Jaksa Boy bernama ADHI digambarkan sebagai sosok jaksa yang memegang tameng dan pedang. Tameng melambangkan keteguhan dalam memegang kebenaran, sedangkan pedang menjadi simbol keberanian dalam menegakkan hukum.
BACA JUGA:Kejari Tulungagung Musnahkan 260 Barang Bukti Narkotika dan Kejahatan Umum
Sementara itu, Super Jaksa Girl bernama YAKSA digambarkan memegang timbangan, yang melambangkan keadilan dalam setiap pelaksanaan kewenangan.
“Simbol-simbol ini kami kemas secara sederhana agar anak-anak bisa mengenal profesi jaksa dengan cara yang menyenangkan. Harapannya, sejak kecil mereka sudah mengenal nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap hukum dan keadilan,” jelasnya.
Roni menambahkan, maskot Super Jaksa akan menjadi ikon baru Kejari Tulungagung dalam berbagai kegiatan edukasi hukum. Seperti program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) hingga kampanye anti korupsi untuk anak usia dini.
Sumber:




