HPN 2026

Pangilon, Film Horor Edukatif Angkat Jejak Budaya Majapahit dari Tulungagung

Pangilon, Film Horor Edukatif Angkat Jejak Budaya Majapahit dari Tulungagung

Jairi Irawan bersama para aktor dan tim produksi film Pangilon.--

TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Upaya menjaga memori kolektif tentang sejarah dan budaya bangsa kini dikemas dengan cara yang berbeda. Kementerian Kebudayaan RI melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI bersama Loopz Creative Production mempersembahkan film pendek berjudul Pangilon.

Film yang disutradarai David Dhuha ini bukan sekadar tontonan horor biasa, namun sarat makna dan pesan penting yang wajib ditonton oleh generasi muda.

BACA JUGA:Bentuk Pelayanan Prima, Polres Kediri Fasilitasi Nobar Laga Persik vs Persib untuk Bobotoh di SLG


Mini Kidi--

Pangilon, yang dalam bahasa Jawa berarti “berkaca atau bercermin”, menjadi simbol refleksi diri, serta mengajak penonton bercermin tentang siapa diri ini, dari mana berasal, dan bagaimana jejak budaya membentuk identitas.

Film pendek berdurasi 23 menit ini dibintangi Anggi Lasika sebagai Maya, Mizha Adil Liya sebagai Meta yang merupakan siswi SMA 1 Ngunut, serta Andika Ferioktavia sebagai Gori.

BACA JUGA:Polres Tulungagung Nobar Konser Bangga Merdeka, Tanamkan Semangat Cinta Tanah Air

Ketiganya terpilih dari seleksi casting yang dilakukan tim produksi film. Tidak hanya dari Tulungagung saja, sejumlah peserta dari Kabupaten/Kota sekitar juga turut dalam proses seleksi.

Dengan mengambil setting tempat di Situs Tulungrejo, Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung, penonton disuguhkan dengan pemandangan yang indah dan pesan budaya yang digambarkan dalam film tersebut.

David Dhuha menjelaskan, film ini merupakan film edukasi yang sarat pesan kebudayaan, khususnya tentang warisan Majapahit.

BACA JUGA:Polres Nganjuk Gelar Nobar Virtual Tasyakuran Hari Pahlawan 2025

“Kami ingin membuat film yang tidak hanya menghibur, tapi juga memberi tuntunan edukatif. Banyak generasi muda yang mulai lupa soal sejarah dan asal-usulnya. Lewat Pangilon, kami ingin mengajak penonton memahami diri melalui refleksi budaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses riset film ini tidak dilakukan secara instan. Tim kreatif menggandeng tim riset dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI untuk menggali data secara mendalam sebelum dituangkan menjadi naskah naratif.

Maka tak heran jika film ini juga menyisipkan sejarah yang ada di di situs Tulungrejo. Mulai dari kisah Reco Guru atau yang kerap disebut Co Guru dan Reco Manten atau Co Manten.

Sumber: