Surabaya, Memorandum.co.id - Meski sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya sudah berjalan dua pekan, masih saja ada kendala di lapangan. Jika sebelumnya terkait masalah suara, sehingga baik jaksa penuntut umum (JPU), pengacara, dan hakim harus berulang kali mengulang pertanyaan kepada terdakwa di Rutan Kelas 1 Surabaya di Medaeng. Kali ini, soal tampilan gambar di ruang sidang Candra yang tidak jelas dikeluhkan, dan menjadi rasan-rasan jaksa maupun pengacara. Seperti yang diutarakan salah satu jaksa dari Kejari Surabaya yang tidak mau disebutkan namanya itu, bahwa dirinya merasa tidak nyaman dengan tampilan di layer karena untuk wajah terdakwa di jelas. “Gambarnya kurang jelas. Kebetulan bagian yang rusak itu di setting-an untuk terdakwa,” ujarnya. Hal sama juga disampaikan pengacara. Dirinya merasa kurang berkomunikasi dengan kliennya karena terhalang gambar yang kurang jelas itu. “Mungkin di sana bisa melihat kita (di PN Surabaya, red) tapi di sini gambar tidak jelas sama sekali,” singkatnya. Atas masukan tersebut, Humas PN Surabaya Martin Ginting mengatakan pihaknya akan mengajukan kepada pusat untuk permasalahan sidang via telekonferensi ini. “Ya kita tunggu anggaran dari pusat, akan kami ajukan dan dievaluasi terus,” jelas Martin. Tambahnya, hingga saat ini pihaknya belum ada laporan dari jaksa ke otoritas pengadilan terkait permasalahan tersebut. “Sepanjang belum ada laporan kepada bapak ketua (Ketu PN Surabaya, red) maka tidak akan ditanggapi. Jaksa buat laporan dan buktinya, agar bisa sebagai dasar pengadilan melaporkan ke pusat,” ujar Martin. Tambah Martin, pihaknya terus berkoordinasi dengan rutan karena sering ada kendala ketika proses persidangan berlangsung. ”Apakah alat dari rutan yang belum maksimal, kami belum tahu juga,” pungkas Martin. Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Surabaya Farriman Isandi Siregar menambahkan bahwa dari awal pihak PN sudah menyampaikan di ruang Candra infocus-nya tidak sejelas di ruang Cakra, namun informasi dari jpu kekurangan tersebut tidak mengganggu proses sidang karena gambar terdakwa di rutan tetap terlihat dan bisa interaksi. “Sejauh ini belum ada keluhan dari JPU, hanya dua hari pertama saja suara tahanan lain di sekitar spot online mengganggu namun sudah ditertibkan oleh pihak rutan,” ujar Farriman. Sedangkan Kadiv Pemasyarakatan Kemenkumham Jatim Pargiyono menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini tidak ada laporan dari para kalapas dan karutan se-Jatim yang menginformasikan mengenai adanya kendala dalam pelaksanaan sidang online. “Kami tidak ada laporan soal itu. Berarti sidang online yang dilaksanakan berjalan dengan lancar,” ujar Pargiyono. (fer/day)
Sidang Telekonferensi di PN Surabaya Dikeluhkan
Minggu 12-04-2020,21:45 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 11-05-2026,21:02 WIB
Warga Sawojajar Keluhkan Toko Miras ke DPRD Kota Malang
Selasa 12-05-2026,07:17 WIB
Diduga Cemarkan Nama Baik, Distributor Air Mineral di Kediri Laporkan 7 Konsumen ke Polisi
Senin 11-05-2026,21:08 WIB
Satlantas Gresik Edukasi Keselamatan Pelajar
Senin 11-05-2026,18:38 WIB
Buntut Ratusan Siswa SD Keracunan MBG, Cak Ji Sidak Dapur SPPG Tembok Dukuh
Senin 11-05-2026,20:40 WIB
DPRD Lamongan Bahas Raperda Perlindungan Peternak
Terkini
Selasa 12-05-2026,17:37 WIB
LaNyalla Kritik Raperda Keolahragaan Jatim yang Dinilai Melemahkan KONI
Selasa 12-05-2026,17:32 WIB
Pelajar SMK di Tulungagung Dievakuasi Damkar Setelah Mendadak Lumpuh
Selasa 12-05-2026,17:25 WIB
Lumajang Dampingi 28 Calon Sekolah Adiwiyata Nasional dan Mandiri 2026
Selasa 12-05-2026,17:19 WIB
Plt Wali Kota Madiun Cek Aset Pemkot di UBHM, Siapkan Pembahasan dengan Kampus
Selasa 12-05-2026,17:13 WIB