Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Buntut Ratusan Siswa SD Keracunan MBG, Cak Ji Sidak Dapur SPPG Tembok Dukuh

Buntut Ratusan Siswa SD Keracunan MBG, Cak Ji Sidak Dapur SPPG Tembok Dukuh

Armuji berbincang dengan salah satu korban keracunan MBG.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Wakil Wali Kota Surabaya Armuji melakukan inspeksi mendadak ke SPPG Tembok Dukuh, Bubutan, setelah ratusan siswa SD diduga keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin, 11 Mei 2026.

Dalam sidak tersebut, Armuji didampingi anggota DPRD Kota Surabaya, Abdul Malik dan Budi Leksono.

Armuji mengatakan, Pemkot Surabaya belum ingin mengambil kesimpulan terkait penyebab dugaan keracunan massal tersebut.

BACA JUGA:Dugaan Keracunan MBG Gegerkan Surabaya, Pemprov Jatim Turun Tangan


Mini Kidi Wipes.--

"Kita tunggu dari tim kesehatan yang sedang melakukan investigasi. Tadi dari Dinas Kesehatan Surabaya sudah datang, dari tingkat Provinsi juga sudah turun. Kita tidak bisa menjustifikasi si A salah, tidak," tegas Armuji di sela peninjauan.

Menurutnya, secara fisik fasilitas di SPPG Tembok Dukuh terlihat memenuhi standar operasional dan dalam kondisi bersih.

BACA JUGA:Keracunan Massal MBG Meluas ke SDN Tembok Dukuh IV, Orang Tua Siswa: Habis Makan Kepala Langsung Pusing

"Kami turun untuk melihat langsung mulai proses pemasakan, kondisi dapur, tempat pengolahan, hingga wadah ompreng. Secara fisik, semuanya memenuhi syarat dan sangat bersih," tambahnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida mengatakan, operasional dapur dihentikan sementara untuk kepentingan evaluasi.

"Kami berhenti operasional dulu untuk evaluasi sampai semua benar-benar baik. Baru nanti kita lihat kelanjutannya seperti apa. Yang jelas, kami menunggu hasil uji sampel keluar," ujar Chafi.


Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--

Ia juga memastikan seluruh sertifikasi dapur telah lengkap dan sesuai ketentuan.

"Sertifikasi sudah lengkap semua. Kejadian ini benar-benar di luar kontrol kami," katanya.

Dalam sidak tersebut, Armuji juga sempat berbincang dengan salah satu siswa yang mengalami gejala sakit perut dan pusing setelah menyantap menu nasi krengsengan daging di sekolah.

Sumber: