JKN Hadir Berikan Perlindungan Bagi Gatot untuk Jalani Cuci Darah
Peserta JKN segmen PBI, Gatot Subroto.--
TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Menjalani pengobatan rutin seumur hidup karena sakit yang dialami, salah satunya adalah pengobatan cuci darah atau hemodialisa tentu saja menjadi permasalahan bagi masyarakat, terutama dari sisi pembiayaan jika tidak menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kondisi ini dialami oleh Gatot Subroto (45), warga Kabupaten Tulungagung, yang telah rutin menjalani cuci darah sejak tahun 2022 sampai dengan sekarang, dan beruntung dirinya telah terdaftar JKN.
BACA JUGA:Urus JKN Kini Makin Mudah, Banyak Layanan Bisa Diakses Lewat HP
"Awalnya saya sakit batu ginjal, waktu itu saya masih aktif bekerja. Jadi karena sibuk bekerja kurang memahami kondisi tubuh. Tidak pernah berobat, ada keluhan saya abaikan. Ternyata, setelah tidak kuat menahan sakit, baru berobat dan diketahui sakit batu ginjal dan juga tekanan darah tinggi," ujar Gatot, Kamis 10 September 2026.

Mini kidi--
Gatot menceritakan, karena sudah tidak bekerja lagi, dia mendaftar BPJS segmen Pekerja Penerima Upah (PBPU), sehingga sejak diketahui menderita batu ginjal dia berobat menggunakan JKN. Dia tidak khawatir mengenai biaya untuk berobat karena sudah terdaftar JKN.
BACA JUGA:REHAB 3.0 Bantu Peserta Bayar Tunggakan JKN, Ada Cicilan Mulai Rp10 Ribu per Hari
"Berobat menggunakan JKN sangat mudah, mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sampai dirujuk ke rumah sakit tidak ada kendala. Bahkan setelah melalui berbagai pemeriksaan, akhirnya dokter menetapkan saya harus cuci darah setiap minggu. Pendaftaran untuk cuci darah juga mudah, tidak ada kesulitan administrasi," jelasnya.
Kondisi kesehatan yang mengharuskannya rutin menjalani cuci darah seumur hidup. Ke Buhadiran Program JKN menjadi salah satu penolong bagi dirinya menjalani proses pengobatan. Dia menyadari, pengobatannya membutuhkan biaya besar jika harus membayar sendiri, dan dia merasa tidak akan mampu.
"Dengan menjadi peserta JKN membuat saya sangat terbantu. Apalagi, sekarang saya sudah terdaftar menjadi peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), saya sudah tidak perlu lagi membayar iuran. Kalau harus menanggung sendiri biaya cuci darah, saya pasti tidak akan sanggup. Dengan JKN, saya tinggal fokus pengobatan dan menjaga kondisi tubuh saya," ungkap Gatot.

Gempur Rokok Illegal--
Dia mengaku sangat terbantu dengan JKN, sehingga dapat memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan media yang dia perlukan.
Pengalamannya selama berobat, baik dokter dan tenaga medis memberikan motivasi bagi dia untuk tetap semangat menjalani cuci darah.
“Dulu, saat tau harus cuci darah sempat membuat saya tertekan. Kondisi fisik sudah tidak mampu bekerja dan beraktifitas berat, dan harus cuci darah seumur hidup. Tapi, saya akhirnya berani dan semangat menjalani pengobatan, karena dokter selalu memberikan dorongan bahwa kondisi kesehatan saya bisa stabil jika rutin cuci darah,“ cerita Gatot.
Sumber:







