Evakuasi 13 Jam, Dua Jenazah Pendaki Gunung Piramid Berhasil Dibawa Turun
tim SAR gabungan, saat mengevakuasi dua jenazah pendaki gunung piramid.--
SITUBONDO, MEMORANDUM.DISWAY.ID -Setelah proses evakuasi yang berlangsung dramatis selama sekitar 13 jam, tim SAR gabungan akhirnya berhasil membawa jenazah dua pendaki Gunung Piramid ke Posko SAR. Kedua jenazah tersebut kemudian langsung dilarikan ke RS Bhayangkara menggunakan dua unit ambulans yang telah disiagakan di Pos 1.
"Alhamdulillah, setelah melalui perjuangan yang melelahkan, kedua jenazah akhirnya dapat dievakuasi ke bawah," ujar Kapolres Bondowoso, AKBP Aryo Dwi Wibowo, Kamis (6/8/2026).
AKBP Aryo menambahkan, kedua jenazah akan segera menjalani proses visum luar dan pemeriksaan forensik di rumah sakit. "Jika proses visum bisa segera selesai, jenazah akan langsung kami serahkan kepada pihak keluarga," imbuhnya.
BACA JUGA:Dua Pendaki Hilang di Gunung Piramid Bondowoso Ditemukan Meninggal Dunia di Dasar Jurang

Mini kidi--
Sementara itu, On-Scene Coordinator (OSC) SAR, Jefri, mengungkapkan bahwa jenazah pertama atas nama Irfan Nasrul Laili berhasil dievakuasi sekitar pukul 13.00 WIB. Tim mengamankan jenazah dari titik penemuan ke lokasi yang lebih aman sebelum bergerak turun.
"Untuk jenazah kedua, Maliya Finda, baru bisa dievakuasi sekitar pukul 15.00 WIB," kata Jefri.
BACA JUGA:Gunung Piramid Kembali Memakan Korban, Pendaki Surabaya dan Guide Lokal Hilang Kontak

Gempur Rokok Illegal--
Prosedur yang sama juga diterapkan pada jenazah kedua, yakni dipindahkan ke titik aman terlebih dahulu sebelum digeser ke kaki gunung.
Jefri menjelaskan, tim terpaksa tidak menggunakan jalur pendakian semula karena medannya yang sangat sempit dan berisiko tinggi untuk mengusung jenazah. Sebagai gantinya, tim SAR harus membuka rintisan jalan baru menyusuri cerukan gunung.
"Kesulitannya sama berat, tetapi jalur cerukan ini relatif lebih aman bagi tim yang melakukan evakuasi," pungkas Jefri.
BACA JUGA:Diduga Dianiaya Petugas saat Ditangkap, Warga Gununggangsir Beji Tewas
Lebih jauh Jefri menambahkan, dalam operasi kemanusiaan berskala besar ini membagi personel ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU) dan melibatkan sekitar 100 personel gabungan serta relawan secara estafet.
Sumber:




