iklan muktamar
iklan HUT R!

Beruntung Terdaftar JKN, Dirawat di ICU Tidak Terbebani Biaya

Beruntung Terdaftar JKN, Dirawat di ICU Tidak Terbebani Biaya

Mujito menunggui istrinya di rumah sakit.--

TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Tidak ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan sebelumnya. Namun seorang warga Tulungagung, Rodiatun, tiba-tiba muntah-muntah dan langsung tidak sadarkan diri. Mujito (63), sang suami, segera membawanya ke UGD rumah sakit tanpa sempat memikirkan banyak hal.


Mini kidi--

Sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas tiga yang iurannya dibayar sendiri setiap bulan, kepesertaan Rodiatun tercatat aktif, sehingga dapat langsung mengakses layanan kesehatan. 

"Sebelumnya memang sudah ada riwayat tensi tinggi, tapi tidak pernah sampai seperti ini. Tiba-tiba Jumat malam muntah-muntah dan langsung tidak sadar diri. Saya langsung bawa ke UGD malam itu juga," tutur Mujito saat ditemui di rumah sakit.

BACA JUGA:Manfaatkan Mobile JKN, Arinda Pastikan Akses Layanan Kesehatan Tetap Terjamin di Bojonegoro

Setibanya di Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit, Rodiatun langsung mendapat pemeriksaan awal oleh dokter dan dalam waktu kurang dari satu jam dipindahkan ke ruang ICU untuk penanganan lebih intensif. Keesokan harinya, Rodiatun menjalani CT scan guna memastikan kondisi yang dialaminya.

Hasil pemeriksaan CT scan menunjukkan adanya pecah pembuluh darah di kepala bagian kiri, sebuah kondisi medis serius yang membutuhkan penanganan segera dan berkelanjutan. 

"Dari UGD, tidak lama langsung dipindah ke ruang ICU, kurang lebih satu jam. Kemudian esok harinya dilakukan tindakan CT scan, dan dari sana baru ketahuan, istri saya mengalami pecah pembuluh darah di bagian kiri. Lalu dokter spesialis datang, diperiksa, dan diberi penanganan lanjutan. Alhamdulillah setelah itu kondisinya mulai membaik dan sadar, setelah lima hari di ICU lalu dipindah ke ruang rawat inap biasa," jelas Mujito. 

BACA JUGA:JKN Hadir saat Dibutuhkan, Endang Terbantu Jalani Operasi Hemoroid Tanpa Terbebani Biaya

Selama istrinya menjalani perawatan, Mujito mengaku tidak merasakan adanya perbedaan perlakuan terhadap istrinya sebagai pasien JKN. Setiap kali ada keluhan, perawat selalu datang dengan sigap. Tidak ada sikap yang tidak bersahabat maupun tindakan yang mengecewakan dari para petugas medis selama rawat inap di rumah sakit. 

"Tidak ada yang bentak-bentak atau bersikap tidak baik. Semua petugas baik, dan kalau ada kendala, saya panggil perawat langsung segera datang. Selama rawat inap tidak ada kendala apa pun meskipun pakai BPJS Kesehatan, semua pelayanan tetap berjalan normal," ujarnya. 

BACA JUGA:Afiana Rasakan Manfaat JKN dan BPJS SATU Saat Mendampingi Kerabat Berobat

Mujito menceritakan, dokter spesialis yang menangani menyampaikan bahwa kondisi istrinya memerlukan perawatan jangka panjang yang tidak hanya berlangsung di rumah sakit, tetapi juga harus dilanjutkan secara intensif di rumah. Bagi Mujito, informasi ini menjadi pengingat betapa seriusnya kondisi yang dialami istrinya. Namun di tengah situasi berat itu, keberadaan BPJS Kesehatan menjadi satu hal yang meringankan bebannya. 

"Dokter bilang ini penyakitnya serius, perawatannya jangka panjang. Saya juga tanya bagaimana cara merawat di rumah nanti. Yang pasti, punya  BPJS Kesehatan sangat membantu. Bayangkan saja, istri saya dirawat di ICU lima hari dilanjut perawatan di ruang perawawan, kalau harus bayar sendiri tidak terbayang berapa biayanya," ungkap Mujito. 

Sumber: