Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
HJKS Banner
SFF 20266

Kepercayaan Harga Mati

Kepercayaan Harga Mati

Irjenpol Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P.--

Irjenpol Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P.

Kepala Divisi Humas Polri 

 

Kepercayaan, bagi banyak orang, mungkin sekadar kata. Namun bagi institusi, media, maupun aparat penegak hukum, Kepercayaan adalah mata uang paling mahal. Sekali hilang, tak mudah mengembalikannya. Jadi, Kepercayaan itu harga mati.

Pesan itulah yang mengemuka dari catatan Kepala Divisi Humas Polri Irjenpol Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P. saat memberikan pandangan dalam momentum Hari Ulang Tahun Ke-8 Memorandum.disway.id yang tahun ini mengusung tagline Menjaga Kepercayaan.

Menurutnya, pilihan tema tersebut bukan sekadar slogan perayaan tahunan. Ada makna mendalam yang merefleksikan tantangan dunia informasi hari ini—di tengah derasnya arus media sosial, banjir opini, hingga kabar bohong yang datang tanpa jeda.

“Kepercayaan itu mahal. Amanah itu harus dijaga,” ujarnya pelan namun tegas.

BACA JUGA:Sambut HUT ke-8 Memorandum Online, Keluarga Besar Memorandum Gelar Tasyakuran


Mini Kidi Wipes.--

Sebagai juru bicara Polri, ia mengaku mengapresiasi penuh tagline yang diangkat Memorandum.disway.id. Di matanya, tema itu menunjukkan kesadaran sebuah media terhadap tanggung jawab moral di tengah perubahan lanskap komunikasi publik yang semakin kompleks.

Ia menilai, usia delapan tahun bukan perjalanan singkat bagi sebuah media daring. Terlebih dalam situasi ketika persaingan media begitu ketat dan kecepatan sering kali mengalahkan akurasi. Dalam situasi seperti itu, menjaga kepercayaan publik justru menjadi pekerjaan paling berat.

“Ini luar biasa. Memorandum.disway.id mampu menempatkan diri sebagai media yang tetap menjaga kedekatan dengan masyarakat, sekaligus menjadi mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi yang aktual dan berimbang,” katanya.

BACA JUGA:HUT Memorandum Online, Advokat Jhon A. Christiaan: Media Harus Cepat, Akurat dan Menjaga Integritas


Gempur Rokok Illegal--

Hubungan itu, menurutnya, bukan relasi formal semata. Ada ikatan emosional yang terbangun cukup panjang. Sebagai mantan Kapolrestabes Surabaya dan juga pernah menjabat Kapolsek Karangpilang, ia mengaku mengenal dekat awak redaksi Memorandum sejak lama.

Ia masih mengingat bagaimana dinamika lapangan membentuk hubungan antara polisi dan wartawan—kadang serius, kadang penuh canda, namun tetap dilandasi semangat yang sama: menghadirkan informasi kepada publik.

Sumber: