Indonesia Jadi Incaran Markas Sindikat Scamming Internasional, Ratusan WNA Diringkus
Para pelaku sindikat scamming internasional diamankan di Mapolrestabes Surabaya--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Indonesia terancam jadi tempat favorit, bagi warga negara asing (WNA) sebagai markas untuk melakukan penipuan online atau scamming.
Hal itu dibongkar oleh Kepala Bagian Kejahatan Transnasional dan Internasional (Kabag Jatranin/Jatinter) Set NCB Interpol Indonesia, Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri Kombes Ricky Purnama, saat mendatangi konferensi pers ungkap kasus scamming di Surabaya, pada Jumat (8/5).

Mini Kidi Wipes.--
Ricky menegaskan, kasus ini menjadi perhatian serius oleh Polri. Sebelum markas scamming di Surabaya dibongkar Satreskrim Polrestabes Surabaya, aparat penegak hukum (APH) juga telah mengungkap kasus serupa di wilayah lain.
"Penangkapan yang diawali pada bulan lalu di Bogor oleh teman-teman Imigrasi. Kemudian kasus yang di Bali, yang sekarang juga masih menunggu proses lebih lanjut, diikuti oleh kasus yang di Surabaya, dan 2 hari lalu diikuti dengan kasus serupa di Batam," katanya.
BACA JUGA:Berawal dari Laporan Penculikan, Kasus Scamming Internasional di Surabaya Terbongkar

Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--
Sindikat yang dibongkar di beberapa wilayah Indonesia indikasinya jaringan kejahatan scam internasional. Menurutnya, Divhubinter khususnya Interpol Indonesia sudah mengindikasikan pelakunya scam adalah warga negara asing (WNA) yang bermarkas di Indonesia.
"Di Surabaya melibatkan tiga warga negara asing dari kewarganegaraan Cina, Taiwan, dan Jepang. Di tambah yang ada di Bali itu melibatkan kewarganegaraan Kenya dan Malaysia sebagian," lanjutnya.
BACA JUGA:Markas Scamming di Surabaya Dibongkar, 44 Tersangka Mayoritas WNA Diborgol
Beberapa ungkap kasus tersebut masih terus dikembangkan oleh polisi, meski jumlah pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka itu sudah banyak. Total keseluruhan kasus scamming yang terungkap di Indonesia sejauh ini ada ratusan orang.
"Kemungkinan lebih dari ratusan orang yang ada di Batam. Ini menjadi konsen kita, karena ini mengindentifikasi bahwa Indonesia sudah digunakan sebagai tempat aktivitas berkembangnya kejahatan internasional, dengan organisasi sindikat internasional yang melibatkan beberapa kewarganegaraan," tegasnya.
BACA JUGA:Imigrasi Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional di Tangerang, 27 WNA Diamankan
Sumber:









