Marhaban ya Ramadan 2026

Waspada Deepfake Audio, Begini Cara Membedakan Suara Asli dan Palsu saat Telepon

Waspada Deepfake Audio, Begini Cara Membedakan Suara Asli dan Palsu saat Telepon

-Ilustrasi (sumber foto: pexels)-

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) memang menghadirkan berbagai kemudahan, namun di sisi lain muncul bentuk kejahatan yang menggunakan AI. 

BACA JUGA:Tim PKM Dosen Unugiri Luncurkan Alat Deteksi Dini Kanker Serviks Berbasis Artificial Intelligence

Salah satu modus kejahatan yang mulai sering terjadi adalah penipuan dengan memanfaatkan deepfake audiodeepfake audio adalah teknologi yang mampu menirukan suara seseorang sehingga terdengar sangat meyakinkan saat digunakan dalam telepon.


Mini Kidi--

Melalui teknologi ini, pelaku dapat memalsukan suara sebagai atasan, bos, manager, bahkan anggota keluarga hanya dari potongan rekaman suara singkat. Oleh karena itu, sering kali korban tidak menyadari bahkan suara yang didengar bukanlah suara asli melainkan hasil rekayasa AI.

Agar tidak mudah tertipu masyarakat perlu waspada dan mengetahui ciri-ciri tertentu yang dapat membantu mengenali perbedaan antara suara manusia asli dengan suara buatan. Berikut adalah ciri cirinya.

1. Nada Bicara Terdengar Datar

Salah satu yang patut diwaspadai dari suara buatan AI adalah intonasi yang datar dan kurang alami. Dalam percakapan normal manusia cenderung menggunakan variasi nada yang berbeda-beda guna menegaskan atau mengekspresikan emosi. 

Jika suara yang terdengar datar dan pola intonasinya janggal bisa jadi suara tersebut bukan suara asli melainkan suara hasil AI.

2. Suara Terdengar Sangat Mulus

Karakter suara yang terlalu halus dapat menjadi ciri-ciri adanya rekayasa AI. Dalam komunikasi sehari-hari manusia pada umumnya memiliki variasi kecil, jeda alami, hingga gangguan ringan saat bertelepon seperti suara bising. 

Jika suara tersebut terdengar sangat stabil, bersih, hampir tidak ada gangguan selama telepon maka patut dicurigai sebagai hasil rekayasa AI. 

3. Permintaan Yang Mendesak 

Tanda lain yang perlu diperhatikan adalah adanya permintaan mendesak dan tiba-tiba. Pelaku umumnya mengaku sebagai salah satu atasan atau anggota keluarga yang sedang berada keadaan atau situasi yang genting. 

Sumber: