Pemkot Surabaya Terapkan Parkir Digital, Kini 819 Jukir Tanpa Transaksi Tunai
Parkir tepi jalan umum Surabaya mulai menerapkan sistem pembayaran digital oleh jukir.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus memperluas penerapan parkir digital dengan menghapus transaksi tunai di tepi jalan umum, Sabtu 9 Mei 2026.

Mini Kidi Wipes.--
Hingga saat ini tercatat sebanyak 819 juru parkir telah menggunakan sistem pembayaran non-tunai, meningkat dari sebelumnya 711 petugas.
Penerapan sistem ini menyasar sejumlah kawasan strategis di Surabaya Timur, Barat, hingga pusat aktivitas pendidikan dan bisnis.
BACA JUGA:Sikat Jukir Liar dan Pak Ogah, Polsek Sukomanunggal Amankan 5 Orang di Jalan Kupang Jaya
Beberapa titik yang telah menerapkan parkir digital di antaranya Bratang Binangun, Bratang Gede, Ngagel Tengah, Nginden, Nginden Semolo, dan Prapen.
Selain itu kawasan Klampis, Manyar Kertoarjo, Manyar Tegal, Rungkut, serta wilayah Surabaya Barat seperti Bukit Darmo Boulevard, Kupang Gunung, Darmokali, dan Karang Menjangan juga masuk zona digitalisasi.
BACA JUGA:Dishub Surabaya Sanksi Tegas Jukir Tolak Voucher
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Trio Wahyu Bowo mengatakan kebijakan ini merupakan upaya memperkuat transparansi dan tata kelola parkir.
“Penerapan parkir digital ini adalah komitmen kami untuk meningkatkan transparansi pelayanan. Dengan sistem ini, transaksi jadi lebih terukur dan mempermudah pemantauan pendapatan daerah,” ujar Trio, Sabtu 9 Mei 2026.
Ia mengimbau masyarakat agar membiasakan pembayaran non-tunai menggunakan QRIS, e-money, atau voucher parkir resmi.

Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--
“Pastikan menerima bukti pembayaran atau karcis dari petugas. Itu adalah bukti transaksi yang sah dan transparan,” tegasnya.
Dishub Surabaya juga menurunkan tim pengawas secara berkala untuk memastikan implementasi berjalan di lapangan serta memberikan edukasi kepada jukir dan masyarakat.
Namun, Trio mengakui perubahan budaya dari tunai ke digital masih menghadapi tantangan.
BACA JUGA:PJS Laporkan Aksi Sweeping dan Intimidasi Jukir, Desak Dishub Surabaya Tertibkan Atribut Resmi
Menurutnya, ada dua hal utama yang menjadi kendala yaitu pola pikir masyarakat dan kesiapan petugas parkir di lapangan.
“Petugas parkir harus aktif di awal. Begitu ada kendaraan datang, langsung sampaikan bahwa pembayarannya digital. Jika komunikasi ini berjalan baik, masyarakat akan terbiasa,” pungkasnya. (alf)
Sumber:









