Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Skandal Joki UTBK Surabaya: 2 Oknum ASN di Gresik Terlibat Pembuatan Blanko KTP

Skandal Joki UTBK Surabaya: 2 Oknum ASN di Gresik Terlibat Pembuatan Blanko KTP

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan (kanan).--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Dua Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) kecamatan di Gresik, diduga ikut terlibat dalam pembuatan blanko Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk sindikat joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Surabaya.

BACA JUGA:Skandal Joki UTBK Pakai e-KTP Palsu, DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total Distribusi Blangko


Mini Kidi Wipes.--

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan mengatakan, blanko yang dipakai joki UTBK, didapatkan dengan cara yang tidak resmi.

"Oknum ASN itu mengambil blanko KTP dari tempat kerjanya yang ada di kecamatan," katanya, Jumat 8 Mei 2026.

Kepada pelaku joki UTBK, oknum ASN itu menjual blanko KTP dengan harga Rp50 ribu per lembar. Sedangkan saat ini, pihak kepolisian telah menyita sekitar 25 blanko KTP dari tangan pelaku.

BACA JUGA:Kasus Joki UTBK Surabaya: Rp700 Juta Dijamin Lolos Kampus Incaran


Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--

Dalam kasus ini, lanjut Luthfie, blanko yang disita identik dengan KTP asli. Sementara sampai saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman.

"Sedang kita proses. Iya (identik dengan KTP asli)," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polrestabes Surabaya terus mengembangkan kasus perjokian Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), yang terbongkar di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Sabtu 21 April 2026.

BACA JUGA:Sindikat Joki UTBK Terbongkar di Surabaya, 114 Calon Mahasiswa Terancam Gagal Masuk Kampus Incaran

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan. Penyidik telah mengantongi identitas 114 orang. Mereka diduga pemberi order, calon mahasiswa, atau pengguna jasa joki UTBK.

"Pemberi order yang sudah terdata dan sudah kita bisa kumpulkan identitasnya itu sebanyak 114 orang. Nama-namanya sudah kita dapatkan dan kita akan terus dalami itu," katanya, Kamis 7 Mei 2026.

Sumber: