Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Waspada! Di Balik Gurihnya Ikan Asin, Ada Risiko Kesehatan

Waspada! Di Balik Gurihnya Ikan Asin, Ada Risiko Kesehatan

Ikan asin yang gurih dan sering dihidangkan sebagai lauk ternyata ada risiko kesehatan di baliknya yang perlu diwaspadai.(Sumber: Freepik)--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Ikan asin sudah lama menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Rasanya yang gurih dan khas membuat lauk sederhana ini cocok dipadukan dengan nasi hangat, sambal, hingga lalapan.

Bahkan bagi sebagian orang, makan ikan asin terasa lebih nikmat dibanding lauk lainnya. Namun di balik rasanya yang menggugah selera, konsumsi ikan asin secara berlebihan ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele.

BACA JUGA:Mengenal Hantavirus, Virus Langka yang Picu Kepanikan di Kapal Pesiar


Mini Kidi Wipes.--

Beberapa ahli kesehatan menyebut konsumsi ikan asin dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker nasofaring. Risiko ini berkaitan dengan kandungan nitrosamin yang terbentuk selama proses pengasinan dan pengawetan ikan.

Nitrosamin dikenal sebagai senyawa karsinogenik atau zat yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Senyawa ini bisa muncul ketika makanan diawetkan menggunakan garam dalam waktu lama. Karena itu, makanan awetan seperti ikan asin termasuk salah satu jenis makanan yang konsumsinya perlu dibatasi.

BACA JUGA:Tak Perlu Khawatir Tempe Cepat Rusak, Ini Tips Menyimpannya di Rumah

Kanker nasofaring sendiri merupakan kanker yang muncul di area belakang hidung dan bagian atas tenggorokan. Penyakit ini cukup banyak ditemukan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Salah satu faktor yang sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit tersebut adalah kebiasaan mengonsumsi makanan asin dan makanan yang diawetkan.

Selain risiko kanker, kandungan garam dalam ikan asin juga tergolong sangat tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering, kadar garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu hipertensi. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal.

Tak hanya itu, beberapa ikan asin yang diproduksi secara kurang higienis juga berpotensi mengandung bahan tambahan berbahaya. Pada beberapa kasus, ditemukan penggunaan bahan kimia tertentu agar ikan lebih awet dan terlihat segar lebih lama. Hal inilah yang membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam memilih produk ikan asin di pasaran.

BACA JUGA:Rekomendasi Buku Perempuan Penuh Makna, dari Perjuangan, Pengorbanan hingga Pendidikan

Kebiasaan makan ikan asin bersama nasi panas juga sempat menjadi perhatian para ahli kesehatan. Uap panas dari makanan disebut dapat membawa partikel tertentu menuju area hidung dan tenggorokan, sehingga paparan terhadap zat berbahaya bisa meningkat. Meski masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, masyarakat tetap diimbau untuk tidak mengonsumsi makanan asin secara berlebihan setiap hari.


Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--

Meski memiliki beberapa risiko kesehatan, bukan berarti ikan asin harus dihindari sepenuhnya. Konsumsi sesekali masih dianggap aman selama porsinya tidak berlebihan dan diimbangi dengan pola makan yang sehat.

Sumber: