menuju ultah ke-8 memorandum.co.id

Waspada! Menggoreng 6 Sayuran Ini Bisa Gagalkan Diet dan Merusak Nutrisi, Simak Alasannya

Waspada! Menggoreng 6 Sayuran Ini Bisa Gagalkan Diet dan Merusak Nutrisi, Simak Alasannya

Sayur goreng umumnya tidak baik untuk kesehatan jika dikonsumsi sering, terutama dengan teknik deep-fry (minyak banyak).(sumber: freepik)--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Menggoreng sayuran ternyata bisa mengubah makanan sehat menjadi tinggi kalori dan rendah nutrisi. Sayuran pada dasarnya rendah kalori, tinggi serat, dan kaya vitamin, namun saat digoreng terutama dengan banyak minyak dan suhu tinggi kandungan gizinya menurun, sementara kalorinya meningkat drastis. Inilah alasan mengapa metode memasak sangat berpengaruh terhadap manfaat kesehatan dari sayuran.

Beberapa jenis sayuran bahkan sangat tidak disarankan untuk digoreng sebagai berikut:

BACA JUGA:Sarapan Sehat Jadi Kunci Diet Efektif bagi Penderita Obesitas


Mini Kidi Wipes.--

1. Bayam

Bayam memiliki struktur daun yang tipis dan berpori, sehingga sangat mudah menyerap minyak saat digoreng. Akibatnya, kalori yang awalnya rendah bisa meningkat drastis tanpa disadari. Selain itu, bayam kaya antioksidan seperti lutein dan beta-karoten yang sensitif terhadap panas tinggi. Ketika digoreng terlalu lama, senyawa ini dapat rusak, sehingga manfaat kesehatan bayam berkurang. Lebih baik bayam diolah dengan cara ditumis cepat, direbus, atau dijadikan sayur bening agar nutrisinya tetap terjaga.

2. Terong

Terong dikenal sebagai “spons minyak” karena teksturnya yang berongga. Saat digoreng, minyak akan terserap dalam jumlah besar ke dalam daging terong. Ini membuat hidangan yang seharusnya sehat berubah menjadi tinggi lemak dan kalori. Selain itu, konsumsi terong goreng secara berlebihan dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan. Alternatif yang lebih sehat adalah memanggang, mengukus, atau memasaknya dengan sedikit minyak (stir fry).

BACA JUGA:Gelar Kelas Diet Tanpa Drama, DPD Golkar Tulungagung Ajak Warga Semakin Sehat

3. Kol

Kol mudah mengalami perubahan kimia saat terkena suhu tinggi, terutama jika digoreng hingga kecokelatan atau gosong. Proses ini berpotensi menghasilkan senyawa seperti akrilamida yang kurang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Selain itu, vitamin dalam kol, seperti vitamin C dan K, juga dapat rusak akibat panas berlebih. Untuk menjaga manfaatnya, kol sebaiknya dimasak sebentar saja, seperti ditumis ringan atau dijadikan lalapan.

4. Brokoli

Brokoli dikenal sebagai sayuran super karena kandungan vitamin C dan senyawa sulforaphane yang memiliki potensi antikanker. Namun, kedua zat ini sangat sensitif terhadap suhu tinggi. Menggoreng brokoli terlalu lama dapat menurunkan kadar nutrisinya secara signifikan. Agar manfaatnya tetap optimal, brokoli sebaiknya dikukus atau ditumis sebentar dengan api sedang, sehingga tekstur dan nutrisinya tetap terjaga.

BACA JUGA:Menu Diet Sehat Turunkan Berat Badan Pasca Lebaran

Sumber: