Tercatat 346 WNA Terjaring Operasi Wirawaspada, Imigrasi Soroti Tingginya Pelanggaran WN China
konferensi pers yang digelar di kantor Ditjen Imigrasi--
JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Direktorat Jenderal Imigrasi resmi merilis hasil Operasi Wirawaspada 2026 dengan total 346 Warga Negara Asing (WNA) yang berhasil diamankan akibat berbagai pelanggaran keimigrasian. Dari puluhan negara yang terjaring, warga negara asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) tercatat sebagai kelompok pelanggar paling signifikan.
BACA JUGA:Perkuat Pengawasan WNA, Imigrasi Cilegon Satukan Langkah Lewat Rapat TIMPORA

Mini Kidi Wipes.--
Dalam konferensi pers yang digelar di kantor Ditjen Imigrasi, Jakarta Selatan, Senin, 13 April 2026, Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko merinci persebaran asal negara para pelanggar tersebut.
"Dari segi kewarganegaraan, warga negara Republik Rakyat Tiongkok menjadi kelompok terbanyak yang terjaring dalam operasi kali ini yaitu sebanyak 183 orang, diikuti oleh Pakistan sebanyak 21 orang, dan Nigeria 20 orang. Secara keseluruhan operasi ini memeriksa warga asing dari 36 negara," ujar Hendarsam.
BACA JUGA:WFH Tiap Jumat, Imigrasi Pastikan Layanan Tetap Normal Tanpa Gangguan

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Tingginya angka pelanggaran oleh WN Tiongkok ini disebut berkaitan erat dengan besarnya populasi Tenaga Kerja Asing (TKA) asal negara tersebut yang saat ini mengadu nasib di Indonesia. Hendarsam menilai fenomena ini sebagai konsekuensi logis dari besarnya jumlah pendatang dari satu negara tertentu.
"Jadi memang kalau kita lihat kenapa warga negara Tiongkok itu banyak, karena memang TKA-nya, tenaga kerja asingnya lebih besar," katanya.
BACA JUGA:Ombudsman Tinjau Langsung Layanan, Imigrasi Cilegon Perkuat Kualitas Pelayanan Publik
Lebih lanjut, pihak Imigrasi menjelaskan bahwa secara statistik, semakin besar jumlah warga negara asing yang masuk ke suatu negara, maka kemungkinan terjadinya pelanggaran aturan keimigrasian juga akan meningkat secara linier.
"Jadi potensi untuk untuk melakukan pelanggaran tentunya lebih besar dibanding warga negara yang lain. Jadi ini kan, apa namanya, itu secara statistik pasti dia akan seiring sejalan. Makin banyak warga negara TKA yang masuk, ya kan, maka potensi jumlah dari segi kualitatifnya pasti lebih besar dibanding yang lain," tutupnya
Sumber:





