Leher Belakang Kaku dan Sakit, Ini Penyebab yang Sering Terjadi
Ilustrasi seseorang mengalami leher kaku akibat postur tubuh buruk.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Leher belakang yang kaku dan sakit kerap dialami akibat aktivitas penggunaan gadget dan komputer dalam waktu lama yang memicu ketegangan otot, Kamis 9 April 2026.
Leher bagian belakang yang terasa kaku dan sakit menjadi keluhan yang cukup sering dialami banyak orang, terutama di era digital saat ini.

Mini Kidi Wipes.--
Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, namun tetap perlu diperhatikan karena dapat mengganggu kenyamanan dan produktivitas.
Leher yang kaku biasanya disertai rasa nyeri, sulit digerakkan, hingga terasa berat saat menoleh.
Salah satu penyebab paling umum adalah postur tubuh yang buruk.
BACA JUGA:Bantal Leher Mobil ‘Memory Foam’, Tak Bikin Gerah dan Cegah Leher Kaku saat Perjalanan Jauh
Kebiasaan menunduk terlalu lama saat menggunakan ponsel atau bekerja di depan laptop dapat memberikan tekanan berlebih pada otot leher.
Selain itu, terlalu lama berada dalam satu posisi juga bisa menjadi pemicu.
Duduk berjam-jam tanpa peregangan, terutama dengan posisi yang tidak ergonomis, membuat otot menjadi tegang dan aliran darah kurang lancar.
BACA JUGA:Kalungkan Pisau ke Leher Korban, Perampok Toko Sembako Digagalkan Warga Driyorejo Gresik
Faktor lain yang kerap terjadi adalah salah posisi tidur.
Penggunaan bantal yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat membuat posisi leher tidak sejajar dengan tulang belakang, sehingga menimbulkan rasa sakit saat bangun tidur.
Tak hanya faktor fisik, stres juga berperan besar dalam munculnya keluhan ini.

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Saat seseorang mengalami tekanan mental, tubuh cenderung menahan ketegangan di area leher dan bahu tanpa disadari, yang kemudian memicu rasa pegal dan kaku.
Meski sebagian besar kasus bersifat ringan, leher kaku juga bisa menjadi tanda kondisi medis tertentu seperti saraf terjepit atau gangguan pada tulang leher.
Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan gejala yang muncul, terutama jika nyeri berlangsung lama atau menjalar ke bagian tubuh lain.
BACA JUGA:Dua Korban Dugaan Pembunuhan di Situbondo Alami Luka Sayat dan Satu Korban Tusukan Leher
Untuk mengatasinya, beberapa langkah sederhana bisa dilakukan, seperti mengompres leher dengan air hangat, melakukan peregangan ringan, serta memperbaiki postur tubuh saat beraktivitas.
Mengurangi penggunaan gadget secara berlebihan juga menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi ini semakin parah.
BACA JUGA:Cedera Leher, Djokovic Lolos ke Perempat Final US Open
Jika keluhan tidak kunjung membaik dalam beberapa hari atau disertai gejala lain seperti kesemutan dan mati rasa, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan mengenali penyebabnya sejak dini, leher kaku dan sakit dapat dicegah dan diatasi dengan lebih efektif sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan nyaman. (MG/Devi Angelita)
Sumber:







