Penerimaan APBN Jatim Capai Rp 37,05 Triliun, Pajak Jadi Penopang Utama
Kepala Kemenkeu Jatim Max Darmawan paparkan capaian APBN regional.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Penerimaan APBN Regional Jawa Timur hingga 28 Februari 2026 mencapai Rp 37,05 triliun atau 12,27 persen dari target Rp 301,95 triliun dengan pajak sebagai kontributor utama, Kamis 26 Maret 2026,
Kontributor terbesar berasal dari sektor perpajakan sebesar Rp 35,35 triliun atau 11,96 persen dari target.

Mini Kidi Wipes.--
Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak terealisasi Rp 1,69 triliun atau 27,14 persen dari target.
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur sekaligus Kakanwil DJP Jatim I, Max Darmawan mengatakan capaian ini mencerminkan kinerja fiskal yang solid di awal tahun.
BACA JUGA:Efisiensi Tak Kurangi Alokasi, APBN Jatim 2025 Justru Kantongi Tambahan Anggaran Rp 5,3 Triliun
"Dari sisi penerimaan, khususnya pajak, pertumbuhannya cukup signifikan. Bahkan secara bruto dan neto tumbuh dua digit. Ini menjadi sinyal positif untuk pencapaian target hingga akhir tahun," kata Max.
Max menjelaskan penerimaan pajak neto dipengaruhi pembayaran restitusi pada awal tahun.
"Memang ada restitusi di dua bulan pertama, sehingga netonya menyesuaikan. Tapi secara keseluruhan kinerja penerimaan tetap terjaga dengan baik," imbuhnya.

Gempur Rokok Ilegal -----
Dari rincian penerimaan perpajakan, kontribusi terbesar berasal dari Pajak Pertambahan Nilai dan PPnBM sebesar 69,06 persen.
Disusul Pajak Penghasilan non migas sebesar 37,16 persen.
Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang utama dengan nilai Rp 8,57 triliun.
Sementara itu, penerimaan dari kepabeanan dan cukai tercatat Rp 20,09 triliun.
BACA JUGA:Gubernur Khofifah Tinjau Banjir Pasuruan, Pemkot Fokus Penanganan dan Solusi Jangka Panjang
Meski mengalami kontraksi 8,23 persen secara tahunan, sektor ini tetap menjadi salah satu penopang penerimaan negara di Jawa Timur.
Penurunan dipengaruhi turunnya produksi hasil tembakau serta harga komoditas tertentu.
Di sisi lain, realisasi PNBP lainnya mencapai Rp 1,03 triliun dan tumbuh signifikan dibandingkan tahun lalu.
BACA JUGA:ASN Jatim WFH Setiap Rabu, Khofifah: Tetap Kerja, Bukan Liburan!
"PNBP juga menunjukkan kinerja yang baik, terutama dari layanan pendidikan, rumah sakit, dan sektor lainnya. Ini menjadi penopang tambahan bagi penerimaan negara," jelas Max.
Kementerian Keuangan Kanwil Jawa Timur optimistis tren positif penerimaan akan berlanjut seiring membaiknya aktivitas ekonomi.
"Kami tetap optimis, dengan kinerja yang ada saat ini, target penerimaan APBN di Jawa Timur insya Allah bisa tercapai hingga akhir tahun," pungkasnya. (Ain)
Sumber:







