Pakar ITS Nilai Infrastruktur Transportasi Jatim Kian Baik Jelang Mudik Lebaran
Pakar transportasi ITS Surabaya Machsus Fauzi--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pakar transportasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Machsus Fauzi menilai kesiapan infrastruktur transportasi di Jawa Timur menghadapi arus mudik Lebaran 2026 semakin baik dibanding beberapa tahun sebelumnya, Senin 16 Maret 2026.

Mini Kidi Wipes.--
Hal tersebut terlihat dari semakin terhubungnya jaringan jalan tol, khususnya Tol Trans Jawa, yang membuat perjalanan pemudik menjadi lebih cepat dan dalam banyak kasus juga lebih aman.
Meski demikian, Machsus menegaskan keselamatan perjalanan tidak hanya ditentukan oleh keberadaan jalan tol.
Faktor lain seperti kualitas jalan arteri, kelengkapan rambu lalu lintas, penerangan jalan, serta manajemen lalu lintas di titik rawan kemacetan juga memiliki peran penting.
Tahun ini tantangan arus mudik cukup besar karena diperkirakan sekitar 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode Lebaran.
Machsus menjelaskan jalur darat masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik. Namun peningkatan volume kendaraan hampir selalu diikuti meningkatnya risiko kecelakaan.
Beberapa faktor yang kerap memicu kecelakaan antara lain kelelahan pengemudi akibat perjalanan panjang, kecepatan tinggi di jalan tol, kepadatan lalu lintas di jalur arteri, serta kondisi kendaraan yang tidak selalu prima.
BACA JUGA:SBY Terima Penghormatan ITS, Serukan Pembangunan Berkeadilan
Selain itu, perilaku berkendara yang kurang disiplin juga kerap menjadi penyebab kecelakaan, seperti menyalip sembarangan atau berpindah jalur secara tiba-tiba.
Dalam banyak kasus kecelakaan saat mudik, faktor manusia masih menjadi penyebab yang paling dominan.
Machsus juga mengingatkan pengemudi agar tidak menganggap jalan tol bebas dari risiko.
Menurutnya, kondisi jalan yang relatif lurus dan mulus justru sering membuat pengendara melaju dengan kecepatan tinggi tanpa disadari.

Gempur Rokok Ilegal.--
Karena itu pengemudi diminta mematuhi batas kecepatan, menjaga jarak aman antar kendaraan, serta tidak berpindah jalur secara mendadak.
Selain itu, kendaraan yang digunakan untuk perjalanan jauh harus dipastikan dalam kondisi prima.
Pengemudi juga dianjurkan memanfaatkan rest area untuk beristirahat karena kelelahan saat berkendara menjadi salah satu penyebab kecelakaan yang cukup sering terjadi selama arus mudik.
BACA JUGA:Dosen ITS Ungkap Penyebab Motor Brebet Setelah Isi Pertalite, Bukan Sekadar Masalah BBM
Machsus juga mengingatkan agar pemudik tidak memaksakan diri tetap berkendara ketika mengantuk atau kelelahan, serta menghindari penggunaan telepon seluler saat mengemudi.
Kendaraan dengan muatan berlebih juga masih sering ditemui saat musim mudik.
Menurutnya, fasilitas rest area di jalan tol saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, baik dari sisi jumlah maupun kelengkapan fasilitas.
BACA JUGA:Geger Penemuan Bayi Laki-Laki di Sekitaran Graha ITS
Namun pada masa puncak mudik, lonjakan kendaraan sering membuat kapasitas rest area tidak mampu menampung seluruh pemudik.
Bahkan antrean kendaraan yang masuk ke rest area terkadang memanjang hingga ke badan jalan tol dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
"Karena itu pemudik disarankan tidak selalu bergantung pada rest area di jalan tol. Keluar sementara dari tol untuk beristirahat di kota terdekat juga dapat menjadi pilihan yang lebih aman," ujar Machsus.
Di sisi lain, pemerintah dan kepolisian memiliki peran penting dalam meminimalkan angka kecelakaan selama arus mudik dan arus balik.
BACA JUGA:Kunjungi ITS, Menteri AHY Disambut 6.993 Mahasiswa Baru
Berbagai kebijakan biasanya diterapkan, seperti sistem contraflow atau one way di jalan tol, pembatasan kendaraan berat, serta penempatan petugas di titik rawan kecelakaan.
Selain itu juga disediakan posko kesehatan dan layanan darurat bagi pemudik yang membutuhkan pertolongan.
Pemanfaatan teknologi juga dinilai membantu perjalanan, seperti penggunaan aplikasi navigasi yang dapat memberikan informasi kondisi lalu lintas secara real time, titik kemacetan, rute alternatif, hingga lokasi rest area.
BACA JUGA:Peradi Surabaya Gelar Buka Puasa Bersama Jurnalis Hukum, Perkuat Sinergi Advokat dan Pers
Bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor, faktor keselamatan juga harus menjadi perhatian utama.
Pengendara diimbau menggunakan helm standar dan perlengkapan keselamatan, tidak membawa penumpang atau barang berlebihan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi baik.
Selain itu, pengendara juga perlu beristirahat secara berkala dan sebaiknya menghindari perjalanan pada malam hari.
BACA JUGA:Waspada Pencurian Rumah Kosong Ditinggal Mudik, Eri Cahyadi Minta RW Terapkan Sistem Satu Pintu
Jika jarak perjalanan terlalu jauh, pemudik disarankan mempertimbangkan moda transportasi lain yang lebih aman.
Di akhir, Machsus menegaskan bahwa mudik merupakan perjalanan yang penuh makna karena berkaitan dengan silaturahmi dan kebersamaan keluarga.
Namun di sisi lain, mudik juga menjadi fenomena mobilitas besar yang menguji sistem transportasi sebuah negara.
"Tujuan mudik bukanlah seberapa cepat kita sampai, tetapi bagaimana kita bisa sampai dengan selamat dan kembali ke rumah dalam keadaan sehat bersama keluarga," pungkasnya. (rio)
Sumber:





