new idulfitri

Antisipasi Penyakit Metabolik dan Darurat, RSUD dr. Soetomo Siagakan 7.000 Personel Selama Libur Lebaran

Antisipasi Penyakit Metabolik dan Darurat, RSUD dr. Soetomo Siagakan 7.000 Personel Selama Libur Lebaran

Direktur RSUD dr. Soetomo, Prof. dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, membeberkan kesiapan siaga lebaran. --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Timur, RSUD dr. Soetomo, memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal selama masa libur Lebaran. Sebanyak lebih dari 7.000 tenaga kesehatan dan petugas pendukung disiagakan untuk melayani masyarakat.

Direktur RSUD dr. Soetomo, Prof. dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, mengatakan kesiapan tersebut mencakup seluruh lini pelayanan, mulai dari dokter hingga petugas administrasi.

BACA JUGA:Gubernur Khofifah Bahas RSUD Dr Soetomo Naik Level Kelas Dunia Bersama Menkes dan Menko PMK


Mini Kidi Wipes.--

"Untuk SDM yang berjaga selama Lebaran ada sekitar 7.000 lebih personel. Mulai dari dokter subspesialis, dokter spesialis, dokter yang berjaga onsite maupun on call, perawat, hingga petugas lainnya termasuk kasir," kata Prof Cita, saat ditemui, pada Senin, 16 Maret 2026.

Tak hanya menyiapkan tenaga medis, rumah sakit juga memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung layanan kesehatan. Persediaan obat-obatan, darah, alat kesehatan, hingga sistem pelayanan rujukan terpadu dipastikan tetap berjalan selama masa libur.

BACA JUGA:Ambulans Gratis Polres Gresik Bantu Pasien Anak Asal Panceng Kontrol ke RSUD Soetomo Surabaya

Menurut Prof. Cita, sistem rujukan rumah sakit tidak akan berhenti meskipun memasuki periode libur panjang Lebaran.

Berdasarkan data tahun 2025, kasus yang paling sering ditangani selama libur Lebaran bukanlah kecelakaan, melainkan penyakit metabolik dan gangguan kesehatan lainnya.

"Selama rentang libur Lebaran terdapat sekitar 10 penyakit terbanyak. Di antaranya kelainan darah, penyakit metabolik seperti diabetes dan hipertensi, gangguan elektrolit, serta gangguan gastrointestinal seperti diare dan muntah," jelas Prof. Cita. 

BACA JUGA:DPRD Surabaya Dorong Kolaborasi Pemkot dan Pemprov Selesaikan Tunggakan Pasien RSUD Dr Soetomo Rp1,8 Miliar

Ia menambahkan, sebagian besar kasus tersebut sebenarnya merupakan penyakit bawaan yang kambuh akibat perubahan pola makan saat Lebaran. Misalnya penderita hipertensi yang mengonsumsi makanan terlalu asin, atau penderita diabetes yang tidak mengontrol asupan makanan manis.

Selain itu, gangguan pencernaan seperti diare dan muntah juga kerap muncul akibat konsumsi makanan yang sudah tidak layak atau kedaluwarsa.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, RSUD dr. Soetomo telah memastikan pasien dengan penyakit kronis mendapatkan obat yang cukup sebelum masa libur dimulai.

Sumber: