Hari Raya Idulfitri 1447 H

Bedah Fenomena Slipping Down Democracy, Senator Lia Dorong Demokrasi Berbasis Pancasila

Bedah Fenomena Slipping Down Democracy, Senator Lia Dorong Demokrasi Berbasis Pancasila

Lia Istifhama.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Badan Pengkajian MPR RI menggelar diskusi mendalam guna membedah anatomi demokrasi Indonesia dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk penguatan demokrasi Pancasila.

Forum ini menjadi ajang adu gagasan antara akademisi kritis dan pembuat kebijakan dalam merespons dinamika politik kontemporer. Diskusi ini menghadirkan panelis lintas disiplin, mulai dari pengamat politik Rocky Gerung, Prof Robertus Robet hingga deretan legislator seperti Yasonna H Laoly, Andreas Hugo Pereira, dan Lia Istifhama.

BACA JUGA:Jelang Lebaran, Senator Lia Istifhama Ingatkan Pengusaha: PHK Sepihak Itu Pelanggaran HAM


Mini Kidi Wipes.--

Dalam kesempatan tersebut, Lia Istifhama menyoroti esensi demokrasi yang terletak pada praktik nyata di lapangan. Ia menggarisbawahi tantangan serius berupa fenomena slipping down democracy atau kondisi di mana kualitas demokrasi menurun meski stabilitas politik tampak tenang di permukaan.

“Bagaimana mewujudkan demokrasi yang sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila sekaligus memastikan kedaulatan rakyat benar-benar membawa kemaslahatan bagi bangsa, di tengah pragmatisme politik dan pola politik saudagar yang masih memengaruhi preferensi publik,” katanya, Minggu, 15 Maret 2026.

BACA JUGA:Puasa Digital di Stikosa AWS Surabaya, Senator Lia Istifhama Beri Pesan Ini pada Mahasiswa dan Pelajar

Senator yang akrab disapa Ning Lia ini menyoroti bagaimana biaya politik yang tinggi seringkali menggerus kualitas representasi. Lia menjelaskan bahwa masyarakat saat ini terjebak dalam budaya immediacy. Yakni, kecenderungan menuntut hasil instan dari pemimpin.

Hal ini, menurutnya, memicu pola politik saudagar atau pragmatisme yang tidak sehat, di mana kepercayaan publik (public trust) diukur dari manfaat jangka pendek semata.

“Jika disampaikan adanya ancaman kemunduran demokrasi, maka ini bukan persoalan ringan. Relevansinya sangat besar bagi masa depan demokrasi kita,” tegas Lia.

BACA JUGA:Kajati Jatim Ajak Lia Istifhama Kolaborasi Penyuluhan Hukum untuk Generasi Z

Sebagai solusi jangka panjang, forum ini menyepakati pentingnya menghadirkan kembali jiwa kenegarawanan (statesmanship) dalam panggung politik nasional. Mengutip filosofi Plato tentang virtuous state (negara kebajikan), para peserta diskusi menekankan bahwa pemimpin masa depan harus mampu melihat melampaui siklus pemilu lima tahunan.


Gempur Rokok Ilegal.--

Menutup argumennya, Ning Lia menekankan bahwa esensi pemimpin sejati adalah mereka yang memiliki visi melintasi zaman.

Sumber:

Berita Terkait