Hari Raya Idulfitri 1447 H

Dekatkan Akses Medis, Pemkot Batu Sebar 18 Dokter ke Desa-Kelurahan dan Siapkan Layanan Home Care

Dekatkan Akses Medis, Pemkot Batu Sebar 18 Dokter ke Desa-Kelurahan dan Siapkan Layanan Home Care

Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Batu Heli Suyatno saat memberikan keterangan--

BATU, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Batu dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat terus dibuktikan melalui terobosan pelayanan yang menyentuh tingkat akar rumput. Hingga saat ini, sebanyak 18 dokter telah resmi ditempatkan di berbagai desa dan kelurahan di seluruh wilayah Kota Batu.

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Batu, Nurochman, dalam acara Sosialisasi Optimalisasi Kepesertaan JKN Aktif Kota Batu yang digelar di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Jumat 13 Maret 2026. Penempatan tenaga medis ini dilakukan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan agar lebih cepat diakses oleh warga tanpa harus menempuh jarak jauh ke pusat kota.

BACA JUGA:Stabilkan Harga Pangan Jelang Idulfitri, GPM Pemkot Batu Ditutup di Mojorejo


Mini Kidi Wipes.--

“Saat ini sudah tersebar 18 dokter di desa-desa. Namun, jumlah tersebut sebenarnya masih belum mencukupi. Pemerintah Kota masih membutuhkan setidaknya enam dokter tambahan agar layanan kesehatan dapat benar-benar merata di seluruh wilayah,” ungkap Nurochman.

Menurut Wali Kota, pemerataan tenaga kesehatan merupakan langkah strategis yang sangat penting. Dengan adanya dokter di tiap titik desa/kelurahan, masyarakat diharapkan mendapatkan penanganan medis yang lebih profesional dan sigap.

BACA JUGA:Langkah Pemkot Batu Cegah Lonjakan Harga Bahan Pangan Pokok Jelang Hari Raya Idulfitri 2026

“Harapannya, melalui pemerataan akses ini, seluruh lapisan masyarakat bisa merasakan pelayanan kesehatan secara adil, terpenuhi haknya tanpa terhalang kendala jarak,” tambahnya.


Gempur Rokok Ilegal.--

Selain penguatan tenaga medis di lapangan, Nurochman juga menegaskan keberlanjutan program layanan home care. Program jemput bola ini sengaja didesain untuk menjangkau kelompok rentan yang memiliki keterbatasan mobilitas.

“Program home care ini kami tujukan bagi para lansia dan penyandang disabilitas. Petugas medis yang akan datang langsung ke rumah mereka, sehingga kendala fisik tidak lagi menjadi penghalang untuk mendapatkan pengobatan,” pungkasnya. (Nik)

Sumber: