Hukum Menghirup Aroma Masakan dan Parfum saat Puasa Ramadan, Apakah Membatalkan?
Ilustrasi aktivitas memasak saat puasa yang tidak membatalkan ibadah.-(sumber foto: freepik)-
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Saat berpuasa, hal hal kecil dalam aktivitas sehari-hari sering memunculkan tanda tanya. Misalnya, banyak yang penasaran apakah mencium aroma masakan atau parfum yang menyengat bisa mempengaruhi keabsahan puasa.
BACA JUGA:Bolehkah Menyikat Gigi saat Puasa Ramadan? Ini Penjelasan Hukumnya
Kebingungan ini biasanya muncul ketika seseorang melewati dapur atau memakai wewangian di siang hari. Dalam kajian fiqih, para ulama menjelaskan ada 3 sesuatu yang dapat membuat sesuatu membatalkan puasa, antara lainya adalah

Mini Kidi Wipes.--
1. Ada 'ain nya. 'ain adalah benda atau sesuatu yang tampak oleh mata.
2. Masuknya sesuatu ke dalam rongga tubuh. Rongga yang dimaksud adalah rongga besar yang bisa dijangkau seperti perut, lambung, otak, paru-paru, dan lainnya.
3. Masuknya sesuatu ke dalam lubang yang dapat dijangkau. Lubang yang dapat dijangkau seperti lubang hidung, lubang mulut, lubang telinga, lubang kemaluan depan maupun belakang, dan lubang buatan yang besar.
BACA JUGA:Tips Cegah GERD dan Asam Lambung Selama Ramadan agar Puasa Tetap Lancar
Tiga ketentuan ini bisa digunakan dalam berbagai hal di kehidupan di dunia.
Aroma adalah sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mata dan berdasarkan tiga ketentuan di atas, mencium aroma masakan atau bau parfum pada dasarnya tidak membatalkan puasa.
BACA JUGA:Suntik Vitamin C atau Infus Whitening Pas Puasa, Bikin Batal Nggak Sih?
Kegiatan seperti memasak, melintasi area yang kuliner, maupun menggunakan wewangian tetap diperbolehkan. Aroma yang dihirup dari udara tidak dapat mengganggu keabsahan puasa.
Meskipun begitu, para ulama memberikan perhatian khusus pada situasi tersebut. Menghirup uap masakan yang sangat pekat dengan sengaja misalnya mendekatkan wajah ke panci mendidih lalu menarik nafas dalam-dalam dinilai makruh.
BACA JUGA:Lemas saat Puasa? Power Nap 15 Menit Biar Fokus dan Produktif Sampai Magrib
Sumber:




