HPN 2026

Peran Creatine Monohydrate bagi Wanita Perimenopause dan Pascamenopause

Peran Creatine Monohydrate bagi Wanita Perimenopause dan Pascamenopause

-Ilustrasi (pexels.com/@marcuschanmedia|IG)-

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pada dasarnya, wanita memiliki keseimbangan hormon yang berbeda dari laki-laki, terutama hormon estrogen dan progesteron. 

BACA JUGA:Manfaat Teh Hijau untuk Jerawat Hormonal, Bantu Redakan Peradangan dan Kontrol Minyak

Seiring bertambahnya usia, kadar hormon ini dapat menurun hingga akhirnya menyebabkan berhentinya siklus menstruasi (menopause), yang umumnya terjadi pada rentang usia 45–55 tahun.


Mini Kidi--

Selain perubahan hormonal, tubuh wanita juga mengalami berbagai perubahan fisik, seperti penurunan massa otot, kecenderungan kenaikan berat badan, serta pergeseran distribusi lemak dari pinggul dan paha ke area perut. 

BACA JUGA:5 Bahan Dapur yang Berbahaya untuk Kulit Wajah

Tulang pun menjadi lebih rapuh karena proses pengeroposan berlangsung lebih cepat dibanding pembentukannya, sehingga meningkatkan risiko osteoporosis. Dengan demikian, estrogen bukan sekadar hormon reproduksi, tetapi juga berperan penting dalam mengatur metabolisme energi pada otot, tulang, dan otak. 

BACA JUGA:Alasan Petai Bau Menyengat dan Dampaknya bagi Tubuh

Ketika kadar estrogen turun drastis saat menopause, suplemen creatine monohydrate dapat berperan sebagai “asisten” untuk membantu menjaga ketersediaan energi tersebut. Lalu, apa perbedaan manfaat creatine monohydrate bagi wanita pascamenopause dibanding wanita yang masih berada di usia 40-an?

Usia 40-an (fase perimenopause)

Pada fase ini, creatine dapat membantu mengatasi kelelahan yang sering muncul akibat perubahan siklus hormon. Creatine mendukung produksi ATP (Adenosine Triphosphate) agar lebih efisien, membantu efektivitas latihan beban untuk mempertahankan massa otot, serta mendukung konsentrasi yang sering menurun di akhir usia 40-an.

BACA JUGA:4 Kebiasaan Sederhana Ibu Hamil untuk Meningkatkan Kecerdasan Bayi Sejak dalam Kandungan

Dalam artikel berjudul “Creatine Supplementation in Women’s Health: A Lifespan Perspective” yang diterbitkan di jurnal Nutrients (2021), disebutkan bahwa suplementasi creatine bermanfaat dalam membantu mengatasi penurunan massa otot dan kepadatan tulang.

Pascamenopause (post-menopause)

Sumber: