HPN 2026

Peran Creatine Monohydrate bagi Wanita Perimenopause dan Pascamenopause

Peran Creatine Monohydrate bagi Wanita Perimenopause dan Pascamenopause

-Ilustrasi (pexels.com/@marcuschanmedia|IG)-

Setelah menopause, kadar estrogen menurun drastis sehingga fokus kesehatan bergeser pada perlindungan sistem tubuh secara menyeluruh. Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi latihan beban dan creatine lebih efektif dalam meningkatkan kepadatan mineral tulang dibanding latihan beban saja, yang penting untuk mencegah osteoporosis. 

Pada fase ini, creatine juga berperan sebagai neuroprotektor yang mendukung fungsi memori dan kognitif pada usia lanjut. Selain itu, creatine membantu meningkatkan penyerapan glukosa ke dalam sel, sehingga mendukung metabolisme energi.

BACA JUGA:Manfaat Teh Hijau untuk Jerawat Hormonal, Bantu Redakan Peradangan dan Kontrol Minyak

Banyak wanita khawatir akan terlihat “bengkak” akibat retensi air. Pada dosis standar 3–5 gram per hari, creatine umumnya menyebabkan retensi air di dalam sel otot, bukan di bawah kulit, sehingga tidak membuat tubuh tampak gemuk dan justru dapat membuat otot terlihat lebih kencang. 

Creatine monohydrate juga merupakan salah satu suplemen yang paling banyak diteliti dan secara umum aman bagi ginjal selama tidak ada riwayat penyakit ginjal. Namun, karena kondisi kesehatan tiap individu berbeda, terutama pada fase menopause, sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi, khususnya jika memiliki riwayat hipertensi atau gangguan ginjal. (Mg/Adiybah Fawziyyah)

Sumber: