Kemenangan ini menjadi gelar kedua sepanjang karier Muchova sekaligus yang pertama di level WTA 1000. Terakhir kali ia mengangkat trofi adalah pada 2019, sehingga keberhasilan di Doha terasa sangat spesial bagi petenis berusia 29 tahun tersebut.
“Sudah lama sejak saya memenangkan turnamen. Rasanya luar biasa bisa merasakan momen ini lagi, apalagi di Doha,” ujar Muchova saat seremoni penyerahan trofi.
Penantian Panjang Sejak 2019
Gelar perdana Muchova diraih di Seoul pada 2019. Di antara petenis aktif, hanya Sorana Cirstea (13 tahun) dan Viktorija Golubic (delapan tahun) yang memiliki jeda lebih lama antara gelar pertama dan kedua.
Dalam rentang waktu tersebut, Muchova harus menelan empat kekalahan di final, termasuk dari para pemain elite seperti Iga Swiatek, Coco Gauff, dan Zheng Qinwen.
Sejak format WTA 1000 diperkenalkan pada 2009, hanya tiga pemain yang mencatat kemenangan lebih banyak sebelum meraih gelar WTA 1000 pertama dibanding Muchova (57 kemenangan), yakni Maria Sakkari (65), Carla Suarez Navarro (64), dan Madison Keys (62). Menariknya, Sakkari berhasil ia singkirkan di babak semifinal turnamen ini.
Duel Sengit di Final
Laga final berlangsung ketat sejak awal. Kedua pemain saling mempertahankan servis hingga skor 3-3 di set pertama. Muchova kemudian mematahkan servis Mboko untuk unggul 4-3 dan menjaga momentum hingga mengamankan set pertama 6-4.
Pada set kedua, Mboko sempat bangkit. Ia menyelamatkan tiga break point di kedudukan 2-2 dan bahkan mematahkan servis Muchova untuk unggul 4-2. Namun, pengalaman Muchova berbicara. Ia segera membalas break tersebut dan menyamakan skor menjadi 4-4.
Momen krusial terjadi saat Muchova mematahkan servis Mboko untuk unggul 6-5. Kesempatan itu tidak disia-siakan. Ia menuntaskan laga dengan gim servis yang solid untuk memastikan gelar juara di Doha.
Keberhasilan ini menjadi penegasan bahwa Muchova masih menjadi kekuatan besar di tur WTA dan siap bersaing di level tertinggi pada musim ini.