Stok Darah Melimpah, PMI Jember Targetkan Sertifikasi CPOB dan Fraksionasi Plasma
Pengurus PMI Jember merapatkan barisan dorong capaian ketersediaan darah.--
JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – PMI Kabupaten Jember memulai implementasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) untuk menjamin kualitas produk darah sesuai standar BPOM, Rabu, 11 Februari 2026.
Langkah tersebut ditandai dengan kick-off implementasi CPOB oleh jajaran pengurus dan Unit Donor Darah (UDD) PMI Jember.

Mini Kidi--
Ketua PMI Jember, Zainollah, S.Pd., menyampaikan ketersediaan stok darah di UDD PMI Jember per Rabu sore mencapai 1.558 kantong.
“Capaian stok di UDD PMI Jember melesat hingga 1.500 kantong lebih. Ini sangat luar biasa sebagai persiapan menyambut Ramadan, di mana biasanya permintaan masyarakat meningkat hingga usai Idulfitri nanti,” ujar Zainollah.
BACA JUGA:Solidaritas Tanpa Batas, Warga Bangsalsari Sumbang 77 Kantong Darah untuk PMI Jember
Menurutnya, ketersediaan stok yang stabil menjadi modal penting dalam menjaga pelayanan kebutuhan darah bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala UDD PMI Jember, dr. Achmad Zain Wahyudi, M.Kes., FISQua., CHRA, menjelaskan berbagai persiapan menuju sertifikasi CPOB 2026 telah dilakukan, mulai dari pemenuhan dokumen, pembaruan peralatan, peningkatan kompetensi tenaga medis, hingga standar sanitasi dan kelayakan bangunan.
BACA JUGA:Krisis Air Bersih Pascabanjir Panti PMI Jember Sebar Tandon Air di Tiga Titik
“Seluruh tim UDD bahkan telah melakukan studi tiru ke beberapa UDD PMI yang sudah tersertifikasi CPOB. Kami belajar secara detail agar di tahun 2026 ini, Kabupaten Jember resmi menyandang status CPOB,” tegas dr. Zain.
Selain itu, PMI Jember juga menargetkan sertifikasi Fraksionasi Plasma sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung kemandirian produk obat berbahan baku plasma darah. (edy)
Sumber:




