Hanyut di Selokan saat Main Hujan, Bocah Ditemukan Tak Bernyawa di Rawa Driyorejo Gresik

Hanyut di Selokan saat Main Hujan, Bocah Ditemukan Tak Bernyawa di Rawa Driyorejo Gresik

Tim SAR mengevakuasi korban dalam keadaan meninggal dunia. --

GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kejadian nahas dialami oleh PDJ (7). Anak perempuan asal Desa Bandung, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro itu hanyut ke selokan saat bermain hujan di Perumahan KBD, Desa Mulung, Kecamatan Driyorejo, Gresik. 

Setelah dilakukan pencarian oleh Tim SAR gabungan, korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Rabu 4 Februari 2026.

BACA JUGA:Staf Kecamatan Panti Hanyut Akibat Banjir Ditemukan Meninggal di Muara Sungai

Kapolsek Driyorejo Kompol Musihram mengatakan, peristiwa itu bermula ketika korban bersama teman sebayanya bermain hujan di dekat selokan Masjid Miftahul Jannah, sore hari, Selasa 3 Februari 2026.

“Saat itu cuaca sedang hujan deras, korban terpeleset ke dalam selokan,” ungkap Kompol Musihram. 

Teman korban yang mengetahui kejadian itu pun panik dan langsung memberitahu orang tuanya. Hal tersebut kemudian disampaikan ke orang tua korban yang sedang berjualan es degan dan segera meminta bantuan melalui call center 112. 

BACA JUGA:Jember Diterjang Banjir, Luapan Sungai Bedadung Rendam Permukiman, Satu Rumah Hanyut

Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur BPBD, Basarnas, TNI-Polri, dan relawan pun langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian. Penyisiran dilakukan petugas saat malam hari, namun belum membuahkan hasil.

“Korban ditemukan tersangkut di rawa dalam keadaan sudah meninggal dunia, Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Posisinya sekitar 3 kilometer dari lokasi awal korban terpeleset,” beber Musihram. 

BACA JUGA:Hari Kelima Pencarian, Korban Hanyut di Sungai Badeng Berhasil Ditemukan

Setelah dievakuasi, jasad korban dilarikan ke Puskesmas Driyorejo untuk dilakukan pemeriksaan luar. Saat ini, jenazah telah dipulangkan ke kampung halaman orang tuanya di Bojonegoro. 

“Kami mengimbau warga untuk mengawasi anak-anak agar tidak bermain di area yang berbahaya,” tutupnya. (rez)

Sumber: