Tilik Kampung Lumpia Ngaglik Kuburan, Penyuplai Utama Jajanan Stadion GBT Merambah Pasar Profesional
Suasana Tempat Produksi Lumpia di kampung lumpia Nganglik Kuburan--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Sejak diresmikan pada tahun 2023, Kampung Lumpia yang terletak di Ngaglik Kuburan, RW 7, Kelurahan Kapasari, terus berbenah.
Dikenal sebagai pemasok utama lumpia di Gelora Bung Tomo (GBT) dan penjual di pinggiran jalan, kampung ini kini mulai bertransformasi menuju pasar yang lebih luas dan profesional.
BACA JUGA:Asal Muasal Kampung Jamu Kedurus dan Peran Perantau Jawa Tengah di Surabaya

Mini Kidi--
Junet, Koordinator Kampung Lumpia Ngaglik Kuburan menceritakan bahwa penetapan sebagai kampung lumpia bertujuan untuk meningkatkan taraf ekonomi warga.
Kini Ngaglik Kuburan menjadi salah satu basis produksi terbesar di Surabaya. Di RW 7 sendiri, terdapat lima produsen besar yang tetap mempertahankan sistem produksi rumahan.
BACA JUGA:Obati Rindu Kampung Halaman, Restoran Jawa di Madinah Jadi Magnet Jemaah Jatim
Junet menjelaskan terdapat produsen lumpia yang tersohor yang setiap hari memproduksi lumpia dalam jumlah besar yang dikenal sebagai lumpia Mania, pemiliknya Kasno.
"Kalau ada pertandingan bola di GBT, ribuan lumpia dipasok dari sini. Harganya dipatok sekitar 1.800 per biji untuk pengambilan grosir, sehingga penjual bisa memasarkannya kembali di harga 2.000 hingga 2.500," ujar Junet.
Kualitas lumpia Ngaglik sudah diakui hingga luar kota. Sistem pemesanannya pun masih menggunakan metode Pre order untuk menjaga kualitasnya.
BACA JUGA:Kampung Warna Warni RW 13 Manukan Kulon Jadi Ikon Kreativitas Warga Surabaya
Perjalanan produksi lumpia bukan tanpa kendala, naik turunnya harga bahan baku seperti tepung, minyak goreng seringkali menjadi tantangan utama usaha lumpia.
Junet bersama pengurus lain di kampung lumpia terus mengupayakan peningkatan kualitas produksi ditambah dengan memperbaiki kemasan khususnya untuk pemesanan acara formal.
"Untuk masuk ke Pemkot atau acara formal, tidak bisa hanya dibungkus plastik biasa. Harus pakai kotak yang bagus, ada stempelnya, dan tampilannya cantik. Itulah peran paguyuban untuk mengelola standarisasi tersebut," imbuhnya.
Sumber:




