Hari Pertama di Madinah, Menjemput Berkah Subuh di Masjid Nabawi
Rakhmat Hidayat, wartawan Memorandum--
MADINAH, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kerinduan yang mendalam untuk menjadi tamu Rasulullah SAW akhirnya tertunaikan. Bagi jemaah umrah yang diberangkatkan oleh Memorandum melalui Bakkah Travel, menginjakkan kaki di tanah suci MADINAH adalah momen yang tak terlupakan, terutama bagi mereka yang baru pertama kali merasakannya.
BACA JUGA:Swalayan Terbang di Kabin Lion Air, Cara Penumpang Usir Jenuh Menuju Makkah

Mini Kidi--
Rasa lelah setelah menempuh belasan jam perjalanan udara dan dilanjutkan 5 jam perjalanan darat dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, seketika sirna.
Kelelahan fisik itu seolah pupus, terbayar lunas oleh suasana religius yang menyelimuti kota Nabi.
"Alhamdulillah, baru saja menunaikan salat Subuh berjemaah di Masjid Nabawi bersama jutaan umat Muslim dari seluruh dunia," ujar Rakhmat Hidayat, wartawan Memorandum yang melaporkan langsung dari lokasi, pada hari Seni dini hari 2 Februari 2026.
BACA JUGA:Istimewa! Dahlan Iskan Turut Serta dalam Rombongan 88 Jemaah Umrah Bakkah Travel dan Memorandum
Keistimewaan yang Tak Terhingga
Jutaan jemaah tampak berlomba-lomba memenuhi saf untuk merasakan nikmatnya Subuh di Masjid Nabawi.
Mengawali ibadah di masjid peninggalan Rasulullah ini diyakini memberikan kekuatan spiritual yang luar biasa serta mempererat kedekatan diri kepada Allah SWT.
Rombongan jemaah Memorandum dan Bakkah Travel berangkat bersama-sama dari Hotel Rua Al Alami (dikenal sebagai Rua Internasional). Hotel ini menjadi pilihan favorit karena lokasinya yang sangat strategis, hanya berjarak sekitar 350 meter dari gerbang masjid.
Ustaz Mustafa, pemandu (tour guide) dari Bakkah Travel, mengingatkan para jemaah akan keutamaan besar salat di tempat suci ini. Berdasarkan hadis, satu kali salat di Masjid Nabawi setara dengan seribu kali salat di masjid lainnya.
"Suasana pagi yang sejuk, kumandang azan yang merdu, serta barisan jemaah yang khusyuk menciptakan kedamaian mendalam yang mampu meluruhkan segala kegelisahan hati," tutur Ustaz Mustafa saat membimbing jemaah.
Sumber:
