HPN 2026

Menembus Atmosfer Keimanan di Raudhah, Isak Tangis Jemaah Bakkah Travel Pecah di Taman Surga

Menembus Atmosfer Keimanan di Raudhah, Isak Tangis Jemaah Bakkah Travel Pecah di Taman Surga

Suasana Jemaah Bakkah tangis haru tak terbendung begitu mereka menyentuh karpet hijau yang menandai area Raudhah (Taman Surga).-Rahmad Hidayat-

MADINAH, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Setelah empat hari bermukim di Kota Suci Madinah, penantian panjang jemaah umrah Bakkah Travel untuk bersujud di Raudhah akhirnya terwujud.

BACA JUGA:Swalayan Terbang di Kabin Lion Air, Cara Penumpang Usir Jenuh Menuju Makkah

Suasana batin para jemaah seakan meledak; tangis haru tak terbendung begitu mereka menyentuh karpet hijau yang menandai area Raudhah (Taman Surga), tempat yang sangat dianjurkan untuk diziarahi di dalam Masjid Nabawi.


Mini Kidi--

Untaian doa yang dipanjatkan terasa begitu bermakna. Di area yang diyakini sebagai tempat mustajabah ini, para jemaah dari seluruh penjuru dunia melebur dalam ketundukan yang sama.

Ustaz Achmad Bajuri, yang memimpin rombongan 20 jemaah Bakkah Travel, menjelaskan bahwa setiap jengkal di Raudhah adalah ruang untuk menjemput rida Allah.

BACA JUGA:Selami Sejarah Islam, Jemaah Umrah Bakkah Travel Telusuri Jejak Rasulullah di Madinah

"Karena diyakini sebagai taman surga, panjatkanlah doa dengan tulus. Mohonlah ampunan, kebaikan dunia akhirat (hasanah), rezeki yang halal, ilmu bermanfaat, serta keselamatan diri dan keluarga," urai Ustaz Bajuri.

Beliau juga mengingatkan jemaah untuk mengawali doa dengan selawat dan doa bisa menggunakan bahasa Arab atau Indonesia, dan jangan lupa selawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW.

Doa-doa umum seperti memohon ampunan (Allahumma innaka 'afuwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni) atau doa kebaikan dunia akhirat (Rabbana atina fid-dunya hasanah...) sangat dianjurkan.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Bersama Jemaah Bakkah Travel Ziarah Makam Rasulullah dan Baqi

Semua umat muslim akan meledak tanggisnya, begitu melakukan salat  taubat dan salat hajat

Sangat dianjurkan untuk dibaca, baik dalam bahasa Arab maupun bahasa Indonesia agar lebih meresap ke dalam sanubari.

 

Sumber: