Rumah Padat Karya Kampung Gunung Anyar Surabaya Dilirik Delegasi Internasional
Perwakilan UNICEF meninjau pengelolaan Rumah Padat Karya Gunung Anyar Surabaya.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Program Rumah Padat Karya kampung Kelurahan Gunung Anyar yang digagas Pemerintah Kota Surabaya dikunjungi delegasi internasional termasuk UNICEF untuk melihat pengelolaan dan pemberdayaan warga, Senin 23 Februari 2026.
Program yang mengintegrasikan produksi paving, kedai kopi, dan KGA Edu Farm tersebut menjadi perhatian berbagai lembaga dan akademisi lintas negara.

Mini Kidi Wipes.--
Lurah Gunung Anyar, Julius Gunandar, mengatakan pengelolaan rumah padat karya menjadi daya tarik bagi lembaga pendidikan dan organisasi internasional.
Tercatat, delegasi dari Singapore University of Technology and Design (SUTD) serta perwakilan UNICEF telah berkunjung ke lokasi tersebut.
“Selain UNICEF, tercatat perwakilan dari Singapura pernah datang. Dari dalam negeri seperti Universitas Gadjah Mada juga hadir untuk melihat langsung bagaimana konsep Rumah Padat Karya ini berjalan,” ujar Julius.
BACA JUGA:RW IV Ngagel Rejo Jadi Prototype Kampung Pancasila Surabaya
Menurutnya, pada awal program terdapat empat warga berstatus keluarga miskin yang diberdayakan untuk mengelola fasilitas tersebut.
“Dulu awalnya ada empat warga miskin yang kami berdayakan, sekarang mereka sudah mandiri. Saat ini operasional perawatan dilakukan oleh teman-teman satgas,” tambahnya.
Meski mendapat dukungan dari berbagai instansi, pengelolaan terus diarahkan pada kemandirian melalui inovasi berkelanjutan.

Gempur Rokok Illegal--
Julius menyebut seluruh hasil produksi dan panen telah dipasarkan secara luas melalui media sosial dan promosi dari mulut ke mulut.
“Kami sudah mengelola ini secara lebih sistematis dan maju. Produk kami diperjualbelikan secara umum melalui media sosial serta pemasaran mulut ke mulut,” tegasnya. (yat)
Sumber:




