Nisfu Sya’ban, Meneguhkan Takwa Menyongsong Ramadan
Catatan Redaksi Eko Yudiono.--
TIDAK terasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadan. Bulan penuh berkah dan rahmat bagi umat Islam di seluruh dunia.
Sebelum Ramadan tiba ada malam Nisfu Sya'ban yang juga tidak boleh dilewatkan begitu saja. Malam di mana segala
doa tidak akan ditolak di langit. Malam di mana keberkahan akan turun menuju orang-orang yang bertakwa.
Takwa secara bahasa berasal dari kata waqa-yaqi-wiqayah yang berarti menjaga diri, memelihara, atau membentengi diri.
Secara istilah, takwa diartikan sebagai tindakan melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya dengan penuh kesadaran, serta rasa takut akan murka-Nya.
Takwa melibatkan kepatuhan total, iman, dan penjagaan diri dari dosa.
Inti dari takwa adalah menaati segala aturan Allah, baik yang wajib maupun sunnah, serta menghindari hal-hal haram dan syubhat.
BACA JUGA:MU Sedang Menemukan Jalannya
BACA JUGA:Rezeki Memang Tak Pernah Salah Alamat

Mini Kidi--
Takwa bukan sekadar ketakutan, melainkan kondisi hati yang selalu peka dan takut kepada Allah, yang memunculkan benteng batin terhadap maksiat.
Takwa adalah tujuan utama dari berbagai ibadah, termasuk puasa Ramadan. Kesadaran untuk membentengi diri dari perbuatan yang merusak diri dan mendatangkan dosa, demi meraih keridhaan Allah adalah takwa secara ringkas.
Di zaman sekarang, sulit menemukan orang-orang yang benar-benar bisa menjalankan takwa secara nyata.
Buktinya, banyak pejabat publik yang ditangkap karena korupsi. Ini jadi bukti bahwa mereka tidak mempunyai kesadaran hati, salah satu inti dari takwa.
Sumber:
