Batasi Minuman Dingin, Teh, dan Kopi
Ilustrasi buka bersama puasa Ramadan.--
Berbuka pada awal Puasa Ramadan memang ada petunjuknya. Alasannya, karena berpuasa selama 12-13 jam membawa lambung pada posisi istirahat (resting state). Jadi, membangkitkan kembali gerakan lambung dan usus perlu dilakukan secara perlahan dan bertahap.
Yaitu mulai dengan minum air putih hangat atau air bersuhu biasa, diikuti makan 1-2 buah kurma atau makanan pembuka yang manis dan ringan. Seperti kolak pisang, kolak kacang hijau, bubur sumsum, pisang atau ubi kukus. Kolak sebaiknya menggunakan santan encer, tidak terlalu manis, dan secukupnya saja.
BACA JUGA:Pilih Menu Sahur yang Pas
Langkah ini sudah bisa menambah atau mengganti kebutuhan air bagi tubuh, dan memenuhi kebutuhan gula sebagai sumber energi. Setelah beristirahat dan salat selama 15-20 menit, dilanjutkan makan malam.
Saran menu makan pada buka puasa awal masih yang mudah dicerna, tekstur lembut, tidak terlalu pedas atau berempah. Contohnya bubur ayam, nasi tim, sayur bening, soto ayam bening, tahu kukus, telur rebus atau kukus.
Bolehkah berbuka puasa dengan minuman dingin? Dari segi agama dan ilmu kesehatan tidak ada larangan. Namun, ternyata minuman dingin berpotensi menyebabkan kram otot lambung. Kram tidak lama, tapi bisa membuat perut terasa tidak nyaman, kembung, mual, dan nyeri.
BACA JUGA:Prof Dr Mangestuti Agil: Mari Bangun Semangat, SFF 2025 Bikin Bangga dan Terharu
Minuman dingin juga diketahui menyebabkan lambatnya pencernaan, sehingga pengosongan lambung melambat, karena memang enzim pencernaan baru bisa bekerja maksimal pada suhu tubuh.
Inilah yang menyebabkan perut terasa begah, dan memicu terjadinya GERD, yaitu asam lambung naik ke kerongkongan.
Jadi, saran terbaik bagi penggemar minuman dingin adalah berbuka dengan minuman dan makanan pembuka hangat, makan malam hangat, dan baru dilanjutkan dengan minuman dingin secukupnya saja. Tidak disarankan minum jus jeruk, minuman yang sangat dingin, dan berkarbonasi.
Sumber:



