selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Gejolak Pangan Jember, Saat Program MBG dan Cuaca Ekstrem Mengepung Dompet Warga di Awal Ramadan

Gejolak Pangan Jember, Saat Program MBG dan Cuaca Ekstrem Mengepung Dompet Warga di Awal Ramadan

Suasana Pasar Tanjung (Bawah) di Sepanjang Jalan DR Wahidin, Kaliwates, Jember.--

JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Awal Ramadan tahun ini menjadi ujian berat bagi ekonomi warga Jember. Tidak hanya sekadar lonjakan permintaan musiman, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional kini tengah "menggila". Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pun disinyalir menjadi variabel baru yang memicu tekanan suplai pangan di pasaran.

​Dari 21 komoditas utama yang dipantau, sebanyak 14 di antaranya tercatat mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan.

BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Hancurkan Rumah dan Lumpuhkan Akses Jalan Jember


Mini Kidi Wipes.--

​Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jember, Sartini, blak-blakan menyebut bahwa implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut berkontribusi menekan ketersediaan pasokan. Kebutuhan bahan pangan dalam volume besar secara serentak di lapangan membuat distribusi ke pasar tradisional terganggu.

​"Salah satunya faktor MBG. Karena ada kebutuhan dalam jumlah besar di waktu yang bersamaan, ini memberi tekanan pada rantai pasok kita," ujar Sartini saat ditemui, Sabtu 21 Februari 2026.

BACA JUGA:Refleksi Setahun Kepemimpinan: Gus Fawait Siap Pacu 'Tahun Pembuktian' untuk Akselerasi Jember

​Selain faktor program pemerintah, fenomena klasik kenaikan konsumsi masyarakat di awal puasa juga memperparah kondisi. Lonjakan permintaan yang drastis tidak dibarengi dengan ketersediaan stok yang memadai.

​"Permintaan melonjak tajam, sementara barang di pasar sempat mengalami kelangkaan. Pedagang pun sempat kaget," imbuhnya.


Gempur Rokok Illegal--

​Saat ini, harga daging ayam ras telah menyentuh angka Rp40.000 per kilogram. Begitu pula dengan daging sapi paha belakang yang melonjak ke kisaran Rp130.000 per kilogram.

​Namun, "bintang utama" kenaikan harga kali ini adalah cabai rawit merah. Komoditas ini menembus angka Rp130.000 per kilogram. Sartini menjelaskan bahwa cuaca ekstrem menjadi biang keladinya. "Banyak pohon cabai mati karena curah hujan tinggi. Hasil panen membusuk, produksi anjlok drastis. Ditambah lagi, ini memang tren kenaikan nasional," tegasnya.

BACA JUGA:Lawan Data Semu, Bupati Jember Berhasil Amankan Anggaran Pusat untuk 1.532 Sekolah

​Di sisi lain, komoditas pelengkap seperti bawang merah kini dibanderol Rp40.000 per kilogram dan bawang putih Rp32.000 per kilogram. Kondisi semakin pelik dengan mulai langkanya minyak goreng bersubsidi "Minyakita" di pasaran, yang harganya kini melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp15.700 hingga Rp16.000 per liter.

Sumber: