Mahasiswi Keperawatan di Surabaya Masih Trauma Usai Ditodong Pistol
Nadzwa Ennis saat ditemui usai menjadi korban perampasan di Surabaya.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Mahasiswi keperawatan Poltekkes Kemenkes Surabaya, Nadzwa Ennis, masih mengalami trauma berat usai menjadi korban perampasan dengan todongan pistol di Jalan Karang Menjangan, Rabu 14 Januari 2026.
Pasca kejadian, Nadzwa tampak belum pulih dari ketakutan. Saat dimintai keterangan oleh kepolisian, ia sempat menangis dan bibirnya bergetar karena trauma yang masih membekas.

Mini Kidi--
“Masih trauma, Pak,” kata Nadzwa, mahasiswa semester 4, Rabu 14 Januari 2025.
Kasus tersebut kini ditangani anggota Polsek Gubeng. Setelah dimintai keterangan di lokasi, Nadzwa dibawa ke kantor polisi untuk membuat laporan sekitar pukul 18.00.
Menurut Nadzwa, ia tidak dapat mengenali wajah pelaku dengan jelas karena kondisi sekitar gelap. Namun, ia memastikan senjata yang ditodongkan ke wajahnya adalah pistol berwarna hitam.
BACA JUGA:Mahasiswi Keperawatan di Surabaya Jadi Korban Perampasan, Pelaku Bersenjata Pistol
“Saya lihat jelas pistolnya warna hitam,” tegasnya saat ditemui di kampusnya di Jalan Karang Menjangan.
Ia mengungkapkan peristiwa itu terjadi di depan Apotek Kimia Farma, Jalan Karang Menjangan. Saat itu, Nadzwa baru keluar dari asrama perawat putri bersama seorang temannya. Namun, temannya lebih dulu berjalan untuk membeli makanan, sehingga ia pulang sendirian ke kos di Jalan Kedung Tarukan.
Setibanya di depan apotek, Nadzwa mengeluarkan ponsel dari dalam dompet. Dua pria berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat tanpa pelat nomor kemudian mendekatinya. Salah satu pelaku turun dan langsung menodongkan pistol ke wajah korban.
BACA JUGA:Sindikat Perampok Antarprovinsi Ditembus Peluru, Todongkan Pistol Rakitan ke Kasir
“Pelaku menyapa saya, lalu yang dibonceng turun dan langsung menodongkan pistol ke muka saya. Mereka mengambil dompet dan ponsel saya,” ujarnya.
Saat pelaku melarikan diri, Nadzwa berteriak sehingga salah satu pelaku panik dan menjatuhkan ponselnya hingga layar retak. Dua orang yang berada di sekitar lokasi sempat mencoba mengejar, namun pelaku berhasil meloloskan diri.
“Waktu saya teriak, ponselnya jatuh dan layarnya pecah. Ada dua orang yang membantu mengejar, tapi pelakunya lolos,” tambahnya. (rio)
Sumber:

