Dinkes Jatim Catat 18 Temuan Super Flu, Pasien Bergejala Ringan

Dinkes Jatim Catat 18 Temuan Super Flu, Pasien Bergejala Ringan

Kepala Dinkes Jatim, dr Erwin Astha Triyono. --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur mencatat sebanyak 18 pasien terdeteksi influenza A subtipe H3N2 clade K atau yang belakangan disebut super flu di Jawa Timur. Temuan ini berasal dari hasil surveilans sentinel dan dipastikan masih dalam kondisi terkendali.

Kepala Dinkes Jatim, dr Erwin Astha Triyono, menjelaskan bahwa seluruh kasus ditemukan melalui pemantauan rutin di Kota Malang dan sekitarnya, tanpa keterkaitan dengan perjalanan luar negeri. 

BACA JUGA:Dinkes Jatim Gelar Serah Terima Jabatan Pejabat Struktural


Mini Kidi--

"Total ada 18 pasien yang terdeteksi. Semuanya mengalami gejala ringan dan sudah membaik," kata Erwin, pada Minggu, 11 Januari 2026.

Dari jumlah tersebut, 17 pasien merupakan kasus influenza like illness (ILI) yang berdomisili di Kota Malang, sementara satu pasien kasus severe acute respiratory infection (SARI) berasal dari Kabupaten Pasuruan. 

BACA JUGA:Dinkes Jatim Teken PKS dengan Dokter Spesialis, Perkuat Layanan Kesehatan Kepulauan di 2026

Seluruh pemeriksaan dilakukan melalui Puskesmas Dinoyo dan RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Menurut dr Erwin, mayoritas pasien berasal dari kelompok usia anak dan remaja, dengan perbandingan jumlah laki-laki dan perempuan yang relatif seimbang. 

"Keluhan yang dialami tergolong ringan, seperti demam dan pilek, tidak ada aporan sesak napas atau kondisi berat. Rata-rata sembuh dalam waktu sekitar satu minggu," ungkapnya. 

BACA JUGA:Dinkes Jatim Hadirkan Layanan Kesehatan Holistik dengan Dokter Spesialis Pascabanjir untuk Ribuan Warga Aceh

Ia menegaskan, super flu bukanlah virus baru dan tidak perlu disikapi dengan kepanikan berlebihan.

"Ini sama seperti influenza lainnya. Virus memang bisa bermutasi, tapi yang terpenting adalah tetap kita pantau," imbuhnya. 

Meski demikian, Dinkes Jatim tetap mengimbau kelompok rentan seperti bayi, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit penyerta agar lebih waspada.

Sumber: