Cegah Banjir, Normalisasi Bozem Avour Sumo di Surabaya Barat Dimulai
Alat berat ekskavator dikerahkan untuk membersihkan eceng gondok di Bozem Avour Sumo Surabaya.-Arif Alfiansyah-
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota SURABAYA melakukan normalisasi Bozem Avour Sumo di kawasan Jalan Margomulyo guna mencegah banjir akibat sumbatan eceng gondok dan sampah, Minggu 4 Januari 2026.
BACA JUGA:Lahan Bekas 22 Bangunan Liar di Ketintang Permai Surabaya Disulap Jadi Bozem Pengendali Banjir
Bozem Avour Sumo menjadi muara aliran air dari wilayah Sukomanunggal dan Asemrowo. Langkah normalisasi diambil setelah eceng gondok menutup hampir seluruh permukaan bozem dan tumpukan sampah domestik memperparah aliran air menuju laut.

Mini Kidi--
Jika dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi menahan aliran air dari permukiman warga dan menyebabkan luapan saat hujan deras.
BACA JUGA:Kerap Tergenang, Warga Asemrowo Sambut Pavingisasi dan Perbaikan Saluran Tambak Mayor
Lurah Asemrowo, Ir. Yayuk Sukartiningsih, menyatakan pembersihan ini merupakan respons cepat atas permohonan pihak kelurahan dan LPMK karena fungsi bozem sebagai penampung air sementara sudah terganggu.
"Aliran air tidak lancar karena tertutup rapat oleh eceng gondok dan sampah. Kondisi ini sangat rawan memicu banjir di permukiman saat intensitas hujan tinggi," ujar Yayuk dikonfirmasi Memorandum.
BACA JUGA:Diguyur Hujan Lebat, Kawasan Asemrowo Surabaya Terendam Banjir
Sementara itu, Ketua LPMK Asemrowo Moch Widodo menilai pertumbuhan tanaman liar di bozem tersebut tergolong sangat cepat.
Dalam lima bulan terakhir, eceng gondok kembali memenuhi area bozem karena normalisasi sebelumnya tidak menyentuh titik ujung, khususnya di kawasan Suri Mulia.
"Sebelumnya pengerjaan tidak sampai ke ujung, tepatnya di kawasan Suri Mulia. Karena di bawah tol itu tidak tersentuh, pertumbuhannya jadi cepat. Kalau kali ini bisa diangkut semua sampai titik Suri Mulia, insya Allah jeda pertumbuhannya akan lebih lama," jelas Widodo.
Proses normalisasi dilakukan secara masif dengan mengerahkan satu unit alat berat ekskavator milik DSDABM untuk mengeruk tanaman dari tengah bozem.
Namun, di titik sulit seperti kolong jembatan tol, petugas DLH melakukan pembersihan secara manual.
Sumber:
