Lahan Bekas 22 Bangunan Liar di Ketintang Permai Surabaya Disulap Jadi Bozem Pengendali Banjir
Proyek bozem di Jalan Ketintang Permai, Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan.--
SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Lahan di Jalan Ketintang Permai, Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan, yang sebelumnya dipenuhi 22 bangunan liar, kini tengah dikerjakan menjadi bozem atau waduk penampungan air. Proyek ini merupakan bagian dari upaya penanganan genangan dan banjir di kawasan tersebut.
Pantauan di lokasi, lahan aset Pemkot Surabaya itu kini telah steril dari bangunan liar dan dipagari besi secara permanen. Sebuah plang atas nama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya juga telah terpasang, menegaskan status kepemilikan dan peruntukan lahan oleh pemerintah.

Mini Kidi--
Camat Jambangan, Ahmad Yardo Wifaqo, membenarkan pemanfaatan aset tersebut untuk kepentingan publik. Menurutnya, selain sebagai area tampungan air, lokasi ini juga direncanakan untuk fasilitas umum.
“Lahan ini akan difungsikan sebagai bozem untuk tampungan air dan juga untuk fasum,” kata Yardo kepada Memorandum, Jumat 22 Agustus 2025.
BACA JUGA:Bozem Avur Sumo Jadi Lautan Sampah, Kesadaran Warga Jadi Kunci
Saat ini Pemkot Surabaya melalui dinas terkait tengah mengerjakan proyek galian bozem di lokasi tersebut.
“Perencanaan berikutnya sedang dilakukan oleh dinas terkait,” ujar Yardo.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menjelaskan fungsi utama dari proyek tersebut. Menurutnya, galian ini dipersiapkan sebagai mini bozem yang memiliki peran strategis.
“Rencana yang utama adalah untuk mini bozem yang nantinya akan mendukung suplai air ke Rumah Pompa Ketintang, yang akan dibangun di sisi baratnya,” ungkap Syamsul.
BACA JUGA:Bozem Simo Jebol Digerus Sampah, Ini Kata Wali Kota Surabaya
Saat ini, progres pengerjaan di lapangan terus berjalan. Setelah proses pengerukan menggunakan alat berat ekskavator selesai, para pekerja kini fokus pada pemasangan besek bambu yang difungsikan sebagai dinding atau penahan longsoran tanah di tepian galian.
Proyek ini merupakan bagian dari upaya mitigasi banjir di kawasan tersebut. Bozem di wilayah Jambangan ditargetkan dapat beroperasi secara optimal ketika pembangunan rumah pompa di sebelahnya telah rampung, sehingga dapat berfungsi maksimal dalam mengendalikan debit air saat musim hujan.
“Bozem di wilayah Jambangan itu nantinya ditargetkan bisa berfungsi saat rumah pompanya juga sudah jadi,” tambah Syamsul.
BACA JUGA:Penataan Kawasan, Pemkot Surabaya Bangun Bozem di Pagesangan
Salah seorang warga sekitar, M. Selamet, menyambut baik proyek yang dikerjakan oleh Pemkot Surabaya. Ia berharap pembangunan bozem ini dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi genangan air yang sering terjadi di kawasan tersebut, terutama saat musim hujan tiba.
“Tentu kami senang. Dulu di sini kan bangunan liar. Kalau sekarang jadi bozem, harapannya bisa menampung air hujan biar tidak banjir lagi,” katanya.
Sumber:

