Cuaca Ekstrem Kembali Terjang Pasuruan, Rumah Warga Rusak, Ribuan KK Terdampak Banjir

Cuaca Ekstrem Kembali Terjang Pasuruan, Rumah Warga Rusak, Ribuan KK Terdampak Banjir

Kondisi rumah rusak akibat hujan dan angin kencang--

PASURUAN, MEMORANDUM.CO.ID - Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten PASURUAN. Bencana ini menyebabkan rumah warga rusak dan banjir merendam ribuan rumah warga. Bahkan dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter di beberapa lokasi.

Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Pasuruan, hujan mulai turun sekitar pukul 13.00 WIB dan berlangsung lebih dari dua jam dengan intensitas tinggi, memicu terjadinya bencana ganda, yakni angin kencang dan banjir.

BACA JUGA:BPBD Pasuruan Pasang Sistem Peringatan Dini di Wilayah Rawan Banjir dan Longsor


Mini Kidi--

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, membenarkan bahwa cuaca ekstrem tersebut menimbulkan dampak signifikan di beberapa wilayah.

“Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa kecamatan seperti Kejayan, Gondangwetan, Wonorejo, dan Beji,” ujar Sugeng Hariyadi, pada Kamis 13 November 2025.

BACA JUGA:Wali Kota Mas Adi dan DPR RI Bahas Solusi Tanggul Sungai Longsor dan Banjir

Ia menjelaskan, bencana angin kencang menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Di Kejayan, satu rumah di Desa Kepuh rusak di bagian dinding dapur dan atap. 

Sementara di Beji (Desa Gununggangsir) dan Gondangwetan (Desa Bayeman), masing-masing satu rumah juga mengalami kerusakan pada bagian atap dan tembok. 

Selain itu, di Wonorejo, pohon tumbang sempat menutup akses jalan sebelum berhasil dievakuasi petugas.

BACA JUGA:Angin Kencang dan Hujan Deras Rusak Rumah Warga Pasuruan

Selain angin kencang, banjir juga melanda wilayah Winongan, Beji, Gempol, Grati, Bangil, dan Rejoso akibat meluapnya DAS Rejoso, DAS Kedunglarangan, dan DAS Wrati.

Dampak banjir tercatat paling parah di tiga kecamatan yakni di Kecamatan Gempol dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter di beberapa dusun di Desa Kejapanan dan Gempol, dengan total 1.010 Kepala Keluarga (KK) terdampak.

Di Kecamatan Bangil, genangan air mencapai 40 sentimeter di Desa Tambakan, Manaruwi, dan Kelurahan Kalianyar, memengaruhi 883 KK.

Sumber:

Berita Terkait