Harga Bahan Pokok Bawean Meroket Imbas Pelayaran Tertunda, Pemkab Gresik Upayakan Kapal Bantuan
Kapal rute Gresik–Bawean bersandar di Pelabuhan Gresik akibat penundaan pelayaran cuaca ekstrem.--
GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Penundaan pelayaran rute Gresik–Bawean akibat cuaca ekstrem memicu kelangkaan dan lonjakan harga bahan pokok di Pulau Bawean, sementara Pemkab Gresik mengupayakan kapal bantuan distribusi logistik, Rabu 14 Januari 2026.
Sejumlah komoditas kebutuhan pokok mulai sulit diperoleh dan harganya melonjak tajam di pasaran Bawean.

Mini Kidi--
Seorang warga Kecamatan Sangkapura menyebut harga ayam potong telah menembus Rp 80 ribu per kilogram dari harga normal sekitar Rp 50 ribu.
Selain ayam, harga telur dan kebutuhan pokok lain juga ikut melambung. Hingga Rabu 14 Januari 2026, harga telur mencapai Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram dan dinilai memberatkan pedagang.
BACA JUGA:Penyeberangan Kapal ke Bawean Tertunda Akibat Cuaca Ekstrem, Puluhan Penumpang Tertahan di Gresik
“Kalau untuk orang makan di rumah memang tidak masalah, tapi untuk pedagang seperti saya bisa mati usahanya kalau terus seperti ini,” ujar warga Sangkapura tersebut.
Kelangkaan terjadi akibat terhentinya distribusi bahan pokok dari daratan menyusul lumpuhnya seluruh aktivitas pelayaran sejak 10 Januari lalu karena gelombang tinggi di perairan Bawean.
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Picu Longsor di Sangkapura Bawean, Enam Rumah Warga Terdampak
Kepala BMKG Bawean Usman Kholid menjelaskan tinggi gelombang di perairan Bawean bagian selatan masih mencapai 2,5 meter dan diperkirakan berlangsung hingga Jumat 16 Januari.
“Potensi penurunan gelombang kemungkinan terjadi pada Sabtu 17 Januari 2026, namun kepastian kondisi laut tetap bergantung pada dinamika atmosfer harian yang terus kami perbarui,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan Pemkab Gresik telah menggelar rapat koordinasi terkait kelangkaan bahan pokok di Bawean dan masih mengupayakan kapal bantuan.
BACA JUGA:Polres Gresik Selamatkan Wisatawan Tersesat di Hutan Pulau Bawean
Namun, rencana tersebut belum memiliki kepastian jadwal karena kapal TNI AL yang direncanakan masih bertugas di perairan Aceh.
“Ternyata kapal AL baru kembali ke Surabaya tanggal 25 Januari. Semua masih di Aceh. Ini kami masih koordinasi dengan kapal umum Darma Lautan Utama,” ujar Alif.
BACA JUGA:Kedapatan Bawa Sabu, Dua Pria Asal Bawean Dibekuk Polisi Polres Gresik
Warga Bawean berharap cuaca segera membaik agar distribusi logistik dan aktivitas ekonomi kembali normal, terlebih menjelang peringatan Isra Mikraj.
“Mudah-mudahan cuaca cepat membaik. Apalagi sekarang mendekati peringatan Isra Mikraj, masyarakat Bawean pasti membutuhkan telur dan ayam untuk hidangan acara,” tutur Aini, warga Desa Lebak. (rez)
Sumber:

