Salah Paham Disangka Curi Motor, Pemuda Asal Nganjuk Nyaris Dimassa Warga Driyorejo Gresik

Salah Paham Disangka Curi Motor, Pemuda Asal Nganjuk Nyaris Dimassa Warga Driyorejo Gresik

Puluhan warga berkumpul usai salah paham dugaan pencurian sepeda motor di Desa Tanjungan, Driyorejo.--

GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Seorang pemuda asal Nganjuk bernama Afan Pratama nyaris menjadi sasaran amukan massa setelah disangka hendak mencuri sepeda motor warga di Desa Tanjungan, Kecamatan Driyorejo, Jumat malam, 16 Januari 2026.


Mini Kidi--

Peristiwa tersebut memicu kehebohan warga setempat hingga puluhan orang berkumpul di lokasi kejadian. Beruntung, petugas Polsek Driyorejo segera datang dan mengamankan Afan dari amukan massa.

Kapolsek Driyorejo Kompol Musihram menjelaskan, Afan ternyata memiliki gangguan mental dan tidak memiliki niat mencuri kendaraan.

BACA JUGA:Bazar 800 Motor Sitaan dari Pelaku Curanmor Digelar Polrestabes Surabaya, Ini Jadwalnya

“Awalnya yang bersangkutan keluar masuk toko hingga halaman rumah warga. Ia mengaku sedang mencari sepeda motornya dan sempat menaiki motor warga yang terparkir,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu, 17 Januari 2026.

Menurutnya, motor tersebut hanya dinaiki dan tidak dibawa pergi. Namun karena Afan tidak dikenal warga sekitar, muncul kecurigaan hingga disangka hendak mencuri.

BACA JUGA:Polisi Tangkap Komplotan Curanmor Bersenjata di Gresik, Pelaku Menyamar sebagai Wartawan

Akibat kesalahpahaman itu, sejumlah warga sempat memukul Afan sebelum akhirnya diamankan polisi dan dibawa ke Mapolsek Driyorejo. Petugas juga sempat kesulitan menenangkan emosi warga.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan unsur kesengajaan maupun niat pencurian. Afan diketahui datang ke lokasi dengan sepeda motornya sendiri, namun lupa tempat memarkir kendaraan tersebut.

BACA JUGA:Kurang dari Satu Jam, Polsek Cerme Polres Gresik Tangkap Pelaku Curanmor

“Akhirnya anggota yang mencarikan dan motornya ditemukan masih di sekitar lokasi. Kalau memang berniat mencuri, jelas tidak membawa motor sendiri, apalagi motornya lengkap dengan kunci dan surat-surat,” jelasnya.

Ia menambahkan, warga dan keluarga Afan sepakat menyelesaikan peristiwa tersebut secara kekeluargaan dan tidak menempuh jalur hukum.

“Kondisinya sehat karena tidak sampai dikeroyok massa. Keluarganya sudah datang dan yang bersangkutan telah kami serahkan kepada orang tuanya disaksikan perangkat desa,” tandasnya. (rez)

Sumber:

Berita Terkait