Tinjau Kinerja, Komisi B DPRD Jombang Hearing Bersama Perumda Panglungan
Komisi B DPRD Jombang saat RDP dengan Perumda Panglungan--
JOMBANG, MEMORANDUM.CO.ID - Komisi B DPRD Jombang menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan jajaran direksi Perumda Perkebunan Panglungan. Agenda tersebut digelar untuk mengevaluasi berbagai program yang dijalankan pascapergantian direktur baru.
Ketua Komisi B DPRD Jombang, Anas Burhani, mengatakan bahwa pertemuan ini bertujuan memastikan arah pengelolaan dan kinerja perusahaan daerah tersebut berjalan sesuai rencana.
BACA JUGA:Kejari Jombang Kejar Tahap II, Ponco Gugat Praperadilan Kasus Korupsi Perumda Panglungan

Mini Kidi--
“Kami melakukan RDP dengan Perumda Perkebunan Panglungan untuk mengevaluasi program-program yang dijalankan setelah pergantian direktur. Banyak inovasi baru yang dikembangkan, seperti penanaman tembakau dan semangka, dan hasilnya cukup menggembirakan,” ujar Anas, Kamis 9 Oktober 2025.
Menurutnya, selama empat bulan terakhir, Perumda Perkebunan Panglungan berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp 507 juta. Bahkan, hingga akhir Desember 2025 ditargetkan mampu menembus Rp1 miliar.
BACA JUGA:HGU Panglungan Habis, Ketua DPRD Jombang Tunggu Kinerja Pengelola
“Pendapatan perusahaan terus tumbuh positif. Gaji pegawai pun sudah dibayarkan dan aman hingga akhir tahun ini,” tambahnya.
Komisi B juga berencana kembali menggelar hearing pada awal tahun 2026 mendatang untuk memastikan realisasi target pendapatan Rp1 miliar tersebut.
Terkait kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), Anas menilai Perumda masih fokus memulihkan kondisi keuangan.
BACA JUGA:HGU Perumda Perkebunan Panglungan Berakhir, Pemkab Jombang Sebut Sudah Proses Pengurusan
“Untuk tahun depan kemungkinan belum bisa menyumbang PAD, karena pendapatan saat ini masih digunakan untuk menyehatkan perusahaan. Penyertaan modal juga masih akan dilihat dari kondisi keuangan perusahaan. Kalau sudah sehat, maka harus kita dorong,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Perumda Perkebunan Panglungan menuturkan bahwa pihaknya telah menjalankan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat kinerja perusahaan, salah satunya melalui peningkatan sumber daya manusia (SDM).
“Kami ubah pola kerja. Pegawai tidak hanya bekerja di kantor, tapi juga turun ke lapangan. Saat ini, yang bekerja di kantor hanya dua orang, sisanya di lapangan untuk memastikan produktivitas meningkat,” ungkapnya.
Sumber:

