selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Akibat Kerusuhan Fasilitas Pemerintah Kabupaten Kediri Lumpuh

Akibat Kerusuhan Fasilitas Pemerintah Kabupaten Kediri Lumpuh

Bupati Hanindhito bersama Kapolres AKBP Bramastyo Priaji dan Dandim 0809 Letkol Inf Ragil Jaka Utama.-Rohmad Sholeh-

KEDIRI, MEMORANDUM.CO.ID - Pasca Kerusuhan yang terjadi di lingkungan kantor Pemerintah Daerah (Pemkab) Kediri pada Sabtu malam 30 Agustus 2025 hingga Minggu 31 Agustus 2025 dini hari, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyampaikan keprihatinannya.

BACA JUGA:Wakapolres Kediri Hadiri Penyerahan Keputusan Bupati soal Perpanjangan Masa Keanggotaan BPD

Kerusuhan tersebut telah mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas publik, termasuk kantor Pemerintahan Kabupaten Kediri, kantor DPRD, Samsat Katang, dan belasan kantor OPD lainnya.


Mini Kidi--

Menurut Mas Dhito (sapaan Bupati Kediri), kejadian ini bukan sekadar merusak bangunan, tetapi juga melukai hati seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Kediri secara umum.

BACA JUGA:Kemeriahan Festival Kampung Tahu, Bupati Kediri Terjun Langsung Bagikan Tahu kepada Warga

Hal tersebut disampaikan Mas Dhito  dalam konferensi pers bersama Forkopimda Kabupaten Kediri di halaman kantor pemkab pada Minggu sore 31 Agustus 2025.

"Yang hancur bukan hanya gedung, tapi juga hati kami semua. Api boleh padam hari ini, tapi luka sosial akan lama sembuh bila kita tidak belajar," kata Mas Dhito.

BACA JUGA:Bupati Kediri: ASN Harus Berikan Pelayanan Terbaik

Mas Dhito menyebut, 18 OPD terdampak akibat peristiwa itu. Termasuk kantor bupati, wakil bupati, inspektorat, bappeda, kesbangpol, BKD, dan sejumlah bagian penting seperti hukum, perekonomian, serta tata pemerintahan. 

Arsip dan aset pemerintah, mulai dari dokumen kepegawaian, pemetaan aset daerah, hingga data bantuan sosial, banyak yang hangus terbakar.

BACA JUGA:Datangi Agen dan Pangkalan, Bupati Kediri Larang Peternak Gunakan LPG Melon

Lebih memprihatinkan, perusakan juga menyasar Museum Bagawanta Bhari, yang menyimpan koleksi sejarah dan cagar budaya. Beberapa artefak hilang, termasuk fragmen kepala Ganesha, kain batik, miniatur lumbung, dan arca Bodhisattwa.

"Kami mohon kepada siapa pun yang mengambil benda-benda peninggalan sejarah ini untuk mengembalikannya. Taruh saja di pemkab, tidak perlu takut atau malu. Ini warisan yang seharusnya kita jaga, bukan dirusak," lanjutnya.

Sumber: