Bidik Premanisme Modus DC, PSHT Arush Bawah: Jangan Goreng Isu SARA
Bondan, Komando Arush Bawah PSHT Jatim memberikan keterangan soal demo di markas M1R--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Peristiwa pembacokan terhadap Feri (25) dan Didik (28), dua warga perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) membuat situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Surabaya memanas.
Selama tiga hari setelah kejadian, Kelompok PSHT terus mendatangi markas Maluku Satu Rasa (M1R) di kawasan Jalan Teuku Umar, Tegalsari. Hal itu dilakukan lantaran rasa tidak terima PSHT Arush Bawah atas dua anggotanya dibacok oleh debt collector (DC) yang ternyata anggota M1R.
BACA JUGA:PSHT Ultimatum Polrestabes Surabaya, Ancam Gelar Aksi Lebih Besar Jika DPO Belum Ditangkap
Akibat peristiwa itu, banyak pihak yang mengkhawatirkan jika permasalahan akan berkembang liar. Salah satu yang paling dikhawatirkan adalah sentimen Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA).
Koordinator komunitas Arush Bawah PSHT Jatim, Bondan menjelaskan, sejak awal pihaknya memahami jika masalah yang terjadi di parkiran tempat hiburan malam Ambyar bukan masalah kelompok atau organisasi.
BACA JUGA:Didatangi Ribuan PSHT, Kapolrestabes Surabaya Tegaskan Penanganan Kasus Pembacokan Profesional
"Kita pun sebenarnya tidak mau aksi. Kita sudah lihat masalah tersebut sebenarnya masalah pribadi dan pekerjaan. Tidak ada sambungannya dengan organisasi," katanya, Minggu, 2 Agustus 2026.
Menurut Bondan, situasi semakin panas saat bentrok yang terjadi pada Senin, 27 Juli 2026 dini hari di Jalan Teuku Umar, Tegalsari, Surabaya.

Gempur Rokok Illegal--
Lewat berbagai video yang beredar di media sosial, petugas yang berjaga saat itu dianggap oleh anggota PSHT di daerah lain melakukan pembiaran terhadap para massa yang membawa senjata tajam.
Usai video tersebut viral, anggota PSHT di wilayah lain merasa gerah. Sehingga lahir gerakan spontan komunitas Arus Bawah PSHT.
“Kemarin kami juga sampaikan kekecewaan kami dan mendapat tanggapan dari pihak kepolisian. Sehingga sekarang ini fokus kami kepada agar individu oknum DC yang melakukan aksi premanisme segera ditangkap," tambahnya.
"Kami Arush Bawah PSHT tidak ingin bermusuhan terhadap kelompok suku, agama atau organisasi lain yang malah mencederai Bhinneka Tunggal Ika. Yang kami lawan itu tindakan premanisme yang dilakukan oknum DC," lanjutnya.
Sumber:



