selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Kedungdoro Bertransformasi dari Kampung Padat Jadi Sentra Kuliner UMKM Surabaya

Kedungdoro Bertransformasi dari Kampung Padat Jadi Sentra Kuliner UMKM Surabaya

Lurah Kedungdoro Ali Taufiq menjelaskan perkembangan kampung kuliner UMKM di wilayahnya.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, berkembang dari kawasan permukiman padat menjadi sentra kuliner UMKM dengan home industri kue yang menyuplai sejumlah pasar besar di kota ini, Selasa 10 Maret 2026.

Lurah Kedungdoro, Ali Taufiq, mengungkapkan wilayahnya memiliki beberapa titik kampung tematik yang fokus pada pembuatan kue basah. Salah satu yang cukup dikenal adalah Kampung Kue Lumpur di kawasan Plemahan Gang 8.


Mini Kidi Wipes.--

Ali Taufiq, menjelaskan aktivitas produksi biasanya dimulai sejak sore hingga malam hari. Para perajin kue lumpur sibuk membuat dagangannya untuk kemudian disetorkan ke Pasar Kembang, salah satu pusat jajanan pasar terbesar di Surabaya.

“Produksinya cukup besar dan melibatkan banyak rumah. Sekitar empat rumah utama di sana merangkul warga sekitar sebagai tenaga kerja. Jadi ini benar-benar home industri yang saling membantu ekonomi antar tetangga,” ujar Ali Taufiq.

BACA JUGA:Rumah Padat Karya Kampung Gunung Anyar Surabaya Dilirik Delegasi Internasional

Selain kue lumpur, kawasan Kedungdoro juga pernah dikenal dengan sebutan Kampung Cum-Cum di wilayah Kaliasin. Meski sebagian perajin telah berpindah tempat, identitas Kedungdoro sebagai kampung produsen kue tetap melekat hingga kini.

Memasuki momen Ramadan, potensi UMKM makanan di kawasan ini semakin terlihat. Ali Taufiq merekomendasikan masyarakat untuk berkunjung ke kawasan Kaliasin Pompa menjelang waktu berbuka puasa.


Gempur Rokok Ilegal.--

“Kalau mau tahu geliatnya, coba datang sekitar jam 4 sore. Masuk dari Kaliasin Pompa, di sepanjang jalan itu berjajar UMKM yang menjual aneka makanan untuk buka puasa, mulai dari kue-kue hingga donat yang sedang viral,” imbuhnya. (yat)

 
 

Sumber: