selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Perluasan Bozem Simohilir Surabaya Diprotes Warga, DPRD Minta Pemkot Kedepankan Humanis

Perluasan Bozem Simohilir Surabaya Diprotes Warga, DPRD Minta Pemkot Kedepankan Humanis

Rapat dengar pendapat di Komisi C DPRD Kota Surabaya bahas perluasan Bozem Simohilir.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Rencana Pemerintah Kota Surabaya memperluas Bozem Simohilir dan Simohilir Barat yang berdampak pada ratusan persil hunian warga Simomulyo Baru diprotes warga dan dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi C DPRD Kota Surabaya, Kamis 5 Maret 2026.

Rapat dihadiri Kepala DSDABM Hidayat Syah, Kabid Drainase Adi Gunita, serta Kepala BPKAD Kota Surabaya Wiwiek Widyawati.


Mini Kidi Wipes.--

Warga RT 13/RW 04 Simomulyo Baru meminta kejelasan karena lahan yang ditempati berstatus izin pemakaian tanah (IPT) milik pemkot.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Josiah Michael, mempertanyakan urgensi penggusuran jika fungsi bozem dinilai belum optimal.

BACA JUGA:Tak Lagi Bau Amis, Aktivitas Potong Unggas Pasar Tembok Dukuh Direlokasi ke Wonokromo

“Jangan sampai program pembangunan pemkot justru mengorbankan warga. Kita harus tahu apakah fungsi bozem yang ada sekarang sudah optimal. Jangan-jangan banjir tetap ada karena bozemnya kotor dan tidak dirawat,” ujarnya usai rapat.

Josiah Michael juga menyoroti kewajiban pengembang di area hulu yang dinilai perlu dituntaskan terlebih dahulu.

BACA JUGA:Tragedi Gondola Maut, DPRD Surabaya Desak Inspeksi K3 Berkala

“Kalau pemkot bisa ambil PSU pengembang di hulu, otomatis tidak perlu mengorbankan warga. Jangan berkedok IPT lalu sisi kemanusiaannya hilang,” tegasnya.

Selain hunian, terdapat rumah ibadah dan ratusan warga yang terdampak rencana tersebut.

Sementara itu, Ketua RW 04 Simomulyo Baru, Sumargono, menyebut pembangunan bozem sisi barat terbukti mengurangi banjir, namun warga di sisi timur merasa cemas.


Gempur Rokok Illegal--

“Sosialisasi sudah dua kali. Tujuannya untuk penyelamatan wilayah lain yang sering kebanjiran, tetapi ada satu RT yang terancam hilang karena hampir seluruhnya berdiri di lahan IPT,” ungkapnya.

Kabid Drainase DSDABM Surabaya, Adi Gunita, menjelaskan perluasan bertujuan menciptakan kolam tampung terintegrasi dengan kapasitas sekitar 181.180 meter kubik untuk mengatasi banjir wilayah hilir Simo.

BACA JUGA:DPRD Surabaya Warning RHU dan Resto Jual Minhol Selama Ramadan

Komisi C berencana melakukan inspeksi mendadak ke lokasi guna memastikan kondisi teknis dan memetakan kebutuhan lahan agar dampak sosial dapat ditekan. (alf)

 
 

Sumber: